Example floating
Example floating
Internasional

Intelijen AS Bantah Klaim Israel Iran Kembangkan Senjata Nuklir Dalih Serangan Netanyahu Terkuak

A. Daroini
×

Intelijen AS Bantah Klaim Israel Iran Kembangkan Senjata Nuklir Dalih Serangan Netanyahu Terkuak

Sebarkan artikel ini
Intelijen AS Bantah Klaim Israel Iran Kembangkan Senjata Nuklir Dalih Serangan Netanyahu Terkuak

Laporan setebal 22 halaman yang dibuka oleh dewan IAEA pekan lalu juga tidak menyatakan bahwa Iran sudah begitu dekat dengan senjata nuklir. Laporan tersebut hanya menyebutkan bahwa IAEA tidak dapat memverifikasi aspek-aspek program nuklir sipil Iran dan bahwa Teheran berulang kali gagal bekerja sama, terutama terkait program nuklir rahasianya di masa lalu. Kesimpulannya adalah IAEA tidak dapat memastikan bahwa program nuklir sipil Iran hanya bersifat sipil, namun tidak ada pernyataan bahwa Iran berada di ambang senjata nuklir.

Laporan IAEA mencermati kemajuan Iran dalam pengayaan uranium, tingkat kerja samanya dengan inspektur PBB, dan persediaan uranium yang diperkaya. Sejak 2019, IAEA telah memeriksa partikel uranium buatan Iran di tiga lokasi yang tidak diumumkan: Varamin, Marivan, dan Turquz Abad, yang merupakan bagian dari program nuklir Iran bernama sandi Amad, yang diyakini telah berakhir pada 2003. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa “ketiga lokasi ini, dan kemungkinan lokasi terkait lainnya, adalah bagian dari program nuklir terstruktur yang tidak diumumkan yang dilakukan oleh Iran hingga awal tahun 2000-an dan beberapa aktivitas menggunakan bahan nuklir yang tidak diumumkan.”

Baca Juga: Iran Klaim Evakuasi Fasilitas Nuklir Fordow Sebelum Serangan AS, Nyatakan Perang

Direktur IAEA, Rafael Grossi, mengakui, “Sayangnya, Iran telah berulang kali tidak menjawab, atau tidak memberikan jawaban yang secara teknis dapat dipercaya terhadap pertanyaan-pertanyaan badan tersebut. Iran juga berupaya untuk membersihkan lokasi, yang telah menghambat kegiatan verifikasi badan tersebut.”

Dokumen Rahasia Israel dan Tuduhan Konspirasi IAEA

Menyusul laporan IAEA, media Iran mempublikasikan apa yang mereka sebut sebagai kumpulan dokumen pertama terkait operasi intelijen di mana Teheran berhasil menyita dan memindahkan dokumen-dokumen rahasia dari Israel ke Iran.

Baca Juga: Gaza Memanas, Direktur RS Indonesia Tewas Bersama Keluarga, Kebiadaban Israel Kian Membabi Buta!

Kantor Berita Mehr, berdasarkan dokumen-dokumen awal tersebut, menuduh Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, telah berkoordinasi dan bekerja sama penuh dengan Israel dalam upaya-upaya yang menargetkan program nuklir Iran.

Menurut dokumen-dokumen Israel yang diklaim diperoleh Teheran dan diterbitkan pada Kamis, Grossi memulai kerja sama dengan Tel Aviv pada awal 2016, mengoordinasikan laporannya tentang Iran sejalan dengan agenda Israel. Salah satu dokumen yang diungkapkan mengindikasikan komunikasi langsung dan terkoordinasi antara Mirav Zavari-Odiz, perwakilan Israel untuk IAEA, dan Grossi sebagai bagian dari skema untuk menghalangi program nuklir Iran, demikian laporan TV Al-Alam Iran.

Baca Juga: Mengapa Palestina Tak Kunjung Merdeka? Rahasia Dibalik Konflik Abadi Timur Tengah

Situs web tersebut juga mengklaim bahwa informasi yang bocor mengindikasikan Odez “ditugaskan oleh otoritas pendudukan untuk mengalihkan perhatian internasional dari persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan,” sementara pada saat yang sama berupaya untuk “mendiskreditkan program nuklir damai Republik Islam Iran.” Tuduhan ini semakin memperkeruh ketegangan Israel-Iran dan menyoroti adanya dugaan manipulasi informasi di balik konflik yang terjadi.