MEMO – Sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Parangtritis, tepatnya di Dusun Paker, Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul pada hari Senin (7/4/2025), ketika sebuah mobil dan sepeda motor terlibat dalam tabrakan frontal yang merenggut satu nyawa. Peristiwa nahas yang dikenal dengan istilah “adu banteng” ini meninggalkan duka mendalam.
Lantas, bagaimana sebenarnya kronologi kejadian yang menyebabkan pengendara motor dan mobil bertabrakan secara berhadapan ini? Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Nengah Jeffry, memberikan penjelasan detail mengenai rentetan peristiwa tersebut.
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
Menurut keterangannya, kecelakaan maut ini terjadi sekitar pukul 10:45 Waktu Indonesia Barat (WIB). Peristiwa bermula ketika sebuah sepeda motor dengan nomor polisi AD 4808 OZ bergerak dari arah selatan menuju utara.
“Pengendara motor teridentifikasi bernama RAR, yang masih berusia 15 tahun. Ia tidak sendirian, melainkan membonceng seorang remaja lain bernama MWC, yang berusia 16 tahun dan berasal dari Gemolong, Sragen, Jawa Tengah,” ungkap AKP I Nengah Jeffry melalui keterangan tertulis yang disampaikan.
Setibanya di lokasi kejadian, motor yang mereka tumpangi secara tiba-tiba kehilangan kendali dan bergerak ke sisi kanan jalan, memasuki jalur yang berlawanan. Pada saat yang bersamaan, sebuah mobil dengan nomor polisi AB 1725 UB melaju dari arah utara menuju selatan.
“Karena jarak antara kedua kendaraan sudah sangat dekat, benturan keras pun tak terhindarkan. Akibatnya, pengendara motor, RAR, mengalami luka parah di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Selain korban meninggal dunia, pembonceng motor, MWC, juga mengalami luka serius di bagian kepala dan segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Panembahan Senopati untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, pengemudi mobil yang diketahui bernama AS, seorang pria berusia 64 tahun yang merupakan warga Banguntapan, Bantul, mengalami patah tulang pada pergelangan tangannya akibat insiden tersebut.












