
Srabaya, Memo.co.id
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Prostitusi online jaringan antar kota spesialis ABG dilibas Reskrim Polrestabes Surabaya. Apunk KUmel ( 38), germo protitusi online warga Jombang Jawa Timur, diringkus karena mengendalikan bisnis esek esek melalui jaringan media sosial. Apunuk memiliki jaringan ABG seusia anak SMP dan anak SMA, di wilayah Surabaya, MOjokerto, JOmbang dan Kediri serta Malang.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera kepada wartawan mengatakan, terbongkarnya sindikat prostitusi online ketika tim Reskrim hnit III Subdit IV melakukan patroli ciber menemukan sebuah groub facebook bernama Lendir. Setelah menemukan groub di facebook itu, unit III Subdit III Dirreskrim Umum POlrestabes Surabaya, aktif mengintai aktifitas user di groub tersebut.
“Bagi masyarakat yang menjadi konsumen dan booking cewek harus masuk di grup Lendir itu terlebih dahulu. Setelah disetujui admin, bisa berinteraksi dengan sesama user lainnya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera
Di groub facebook ersebut, terpasanga banyak photo photo cewek abg. Mayoritas berusia dibawah umur. Hampir tidak ada wanita usia dewasa. Kabanyakan masih berstatus siswi SMP , SMA dan sedikit mahasiswi dari berbagai daerah.
Dalam groub FB itu ada juga sebutan mamah muda. Mamah muda adalah panggilan wanita muda, belum kawin dan sudah selesai kuliah.
Modus yang dilakkuan Apunk adalah transaksi dilakkuan melalui BBM. Semua user yang tertarik dan ingin mendapatkan cewek dalam photo itu, harus kontak melalui BBM. Nah, ketika Apunk melakukan broadcash ke beberapa pin BBM untuk memberitahu jadual booking, petugas menyamar untuk booking pada salah satu cewek dan masih SMA.
Dalam kontak via BBM itu, tersangka menyanggupi, tapi tersangka membanderol Rp 1,2 juta dalam sekali kencan. Tersangka akhirnya menjemput cewek berinisial EEL, 16, yang dijemput di Kediri dan dibawa ke sebuah hotel di Mojokerto.
Di salah satu kamar hotel pelanggan menunggu. Tersangka menjemput lagi cewek dewasa berinisial SA atas permintaan pelanggan dan diantar ke dalam kamar. Cewek kedua ini cuma dibanderol Rp 700.000 untuk sekali kencan.
Ketika konsumen transaksi dengan EEL, tersangka menerima bagian Rp 200.000 dan dari SA, tersangka menerima Rp 300.000. “Tersangka ditangkap di parkiran hotel saat meninggalkan korban di kamar hotel. Tersangka ini muncikarinya,” ujar Kombes Barung.
Kepala Subdit IV Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Rama S Putra, megatakan bahwa untuk menyebarkan informasi ke calon pelanggan yang belum menjadi groub di sossial media miliknya, Apunk membuat loeongan kerja sambingan khusus untuk cewek berusia muda dengan imbalan yang menjanjikan . Dengan modus seperti itu, beberapa siswi SMP dan SMA tertarik untuk masuk groub kemudian terjebab dalam permainan admin groub yaitu tersangka Apunk KUmel. ( mar )












