Example floating
Example floating
Peristiwa

Industri Baja RI Terancam “Banjir” Impor Murah! Pemerintah Harus Bertindak

Avatar
×

Industri Baja RI Terancam “Banjir” Impor Murah! Pemerintah Harus Bertindak

Sebarkan artikel ini

MEMO – Pemerintah didesak untuk mengambil langkah tegas dalam melindungi keberlangsungan industri baja nasional dari gempuran impor baja dengan harga miring serta dampak kebijakan tarif impor baja tinggi yang diterapkan oleh Amerika Serikat. Permintaan krusial ini disampaikan oleh Widodo Setiadarmaji, seorang Tenaga Ahli Industri sekaligus pemerhati mendalam sektor baja dan pertambangan.

Menurut Widodo, negara memiliki tanggung jawab besar untuk hadir dan menjaga eksistensi industri baja di Tanah Air. Terdapat beberapa poin penting yang perlu menjadi bahan perenungan bagi Indonesia dalam upaya mengembangkan industri baja nasional agar semakin berdaya saing.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

“Pertama-tama, penting untuk merumuskan strategi nasional yang terintegrasi secara komprehensif. Kita bisa mencontoh langkah pemerintah Inggris yang saat ini tengah menyusun ‘Strategi Baja Nasional’ dengan tujuan utama memperkuat fondasi industri baja lokal mereka. Selain itu, pemerintah juga perlu secara aktif mendorong penggunaan produk baja dalam negeri serta melindungi pasar domestik dari praktik perdagangan yang tidak adil,” tegas Widodo Setiadarmaji saat dikonfirmasi pada hari Minggu, 20 April 2025.

Ia menilai bahwa langkah-langkah tersebut sangat diperlukan untuk mengarahkan dan memberikan perlindungan yang dibutuhkan agar mekanisme pasar dapat bekerja secara optimal demi kepentingan nasional dalam jangka panjang. Strategi nasional yang jelas dan tegas, lanjut Widodo, merupakan langkah mendesak jika Indonesia ingin industri bajanya tumbuh secara berkelanjutan.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Siapa pun yang memiliki strategi yang matang, keberpihakan yang kuat, serta keberanian untuk melindungi dan membangun industrinya, dialah yang akan mampu bertahan dalam persaingan global. Langkah kedua yang tak kalah penting adalah terkait dengan isu energi. Salah satu permasalahan besar yang dihadapi Inggris adalah tingginya tarif energi, yang secara signifikan membuat biaya produksi baja mereka menjadi tidak kompetitif,” papar Widodo.