Jakarta, Memo
Bank Asia ADB sepakat memberi hutang kepada Indonesia sebesar Rp. 7 Triliun , untuk meningkatkan inkuisi keuangan hadapi pandemi Covid -19. Hutang RI sebesar 7 Triliun tersebut diperuntukkan untuk pemulihan ekonomi selama masa pandemi ini.
Hutang Indonesia dari ADB yang berkantor pusat Asian Development Bank di Filipina itu jumlahnya setara dengan .US$ 500 juta ke Indonesia, untuk menunjang pemulihan UMKM Indonesia.
Spesialis Sektor Keuangan ADB untuk Asia Tenggara Poornima Jayawardana mengatakan utang ini sekaligus untuk meningkatkan inklusi keuangan Indonesia di tengah pandemi Covid-19. “Inklusi keuangan berperan penting dalam pemulihan Indonesia dari pandemi,” ujarnya.
Pihak ADB memberi harapan serius agar hutang tersebut bisa membuat akses yang lebih merata ke layanan keuangan dan produk untuk tiap warga negara. Program promosi inklusi keuangan yang inovatif juga diyakini akan membantu pemerintah.
Sebagaimana data yang diperoleh Memo, hasil survei nasional inklusi keuangan oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusif menunjukkan bahwa persentase orang dewasa di Indonesia yang memiliki rekening bank meningkat dari 35 persen pada 2016 menjadi 56 persen pada 2018.
Meskipun ada peningkatan , Indonesia masih tertionggal jauh dibandingkan Malaysia dan Thailand serta negara tetangga lainnya. Terkait karena itulah, penyediaan layanan keuangan di Indonesia menjadi tantangan tersendiri.
Apalagi, jika masa pandemi ini, juga turut membuat situasi yang buruk karena sebagian masyarakat tidak memiliki akses tabungan ataupun pinjaman agar bertahan di tengah pandemi . Bank ADB mendukung pemerintah RI untuk meningkatkan jumlah penduduk Indonesia yang menggunakan layanan keuangan dari lembaga keuangan formal.












