MEMO – Indonesia mengambil langkah cerdas untuk memajukan pembangunan keluarganya dengan berguru langsung ke Singapura. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, baru-baru ini bertemu dengan Menteri Sosial Singapura, Masagos Zulkifli, di Gedung BKKBN, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas potensi kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Indonesia.
Singapura dikenal memiliki beragam kebijakan keluarga yang dinilai berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya secara keseluruhan. “Kami melihat ada beberapa program menarik di Singapura, terutama terkait insentif untuk keluarga,” ungkap Wihaji dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung BKKBN, Jakarta, pada hari Selasa (18/3/2025).
“Misalnya, dukungan yang diberikan kepada orang tua yang bekerja, serta kebijakan pembangunan keluarga yang berbasis pada komunitas,” lanjutnya.
Wihaji menjelaskan bahwa salah satu program unggulan Singapura adalah Baby Bonus Scheme, di mana pemerintah memberikan bantuan finansial kepada pasangan yang memiliki anak. Program ini bertujuan untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mendorong peningkatan angka kelahiran.
Baca Juga: Rusia Lirik Pasukan Garuda untuk Perbatasan Ukraina, Kemlu Buka Suara
“Meskipun kondisi sosial dan budaya kita berbeda, prinsip dasar dari program-program ini tetap dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Kami optimis bahwa kerja sama ini akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pembangunan keluarga di Indonesia,” tuturnya.
Indonesia sendiri memiliki tantangan yang berbeda, terutama dalam hal jumlah penduduk yang besar dan distribusinya yang beragam. Namun, konsep insentif keluarga dan dukungan berbasis komunitas tetap memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia.
“Kerja sama ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih inklusif bagi keluarga di Indonesia dan mempererat hubungan baik dengan Singapura. Dalam waktu dekat, BKKBN akan melakukan kajian lebih mendalam untuk menjajaki kemungkinan penerapan beberapa program serupa di Indonesia,” tegasnya.
Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan upaya pembangunan keluarga di Indonesia akan semakin optimal. Di samping itu, kerja sama ini juga berpotensi untuk memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara bertetangga ini.












