Mantan Ketua DPRD Kabupaten Blitar yang akrab disapa Taufich ini juga mengatakan, selama ini PDI Kab Bitar punya PR atau pekerjaan rumah atas kekalahan dalam Pilkada Kabupaten Bitar kemarin.
” Khusus pengalaman di Kabupaten Blitar, ketika kemarin kita kalah di Pilkada, itu adalah cambuk, dan itu untuk evaluasi bekal ke depan 2024. Kenapa kok begitu karena kita punya PR, setelah PR itu dikerjakan baru kita bicara program kedepan. Tidak mungkin kita tanpa mengerjakan PR lalu bicara program kedepan. ” tambahnya
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
DPC sebenarnya ada PLH yaitu mas Wisnu, putra Almarhum Sutjipto, bahwa DPC selalu beroordinasi degan mas Wisnu sebagai PLH. ” Sebagai kader partai selalu bersikap tegak lurus seperti arahan ibu Mega, dan DPC selalu patuh apapun instruksi keputusan beliau sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan,”tegasnya.
Kekalahan PDIP di Kabupaten Jadi Pekerjaan Rumah Yang Belum Tuntas
Pekerjaan Rumah atau PR itu menurutnya adalah kekalahan , dan kekalahan kemarin yang seharusnya di evaluasi, apa kekurangannya, sehingga PDI Perjuangan yang mempunyai 19 kursi terbanyak di Parlemen bisa kalah. Makanya kalau Ketua DPC PDI Perjuangan sudah ditetapkan, secara otomatis kita akan banyak melakukan persiapan menyusun program.
” Selanjutnya langkah kongkritnya yang jelas partai mempunya dewan dan harus bersinergi menggelar rapat tiga pilar. Karena PDI P Kabupaten Blitar tidak punya Bupati, ya kita hanya rapat dua pilar saja . Sebagai gantinya, ya mengajak PAC dan ranting untuk membahas banyak hal tentang pemerintahan di tingkat bawah seperti itu,” jlentrehnya.
Taufich menambahkan apa program pemerintah, sudah sepantasnya harus diketahui oleh partai dari tingkat desa, kelurahan hingga Kecamatan informasi kegiatan harus bisa di transformasikan ke partai.
“Bagaimana Rating dan PAC bisa tahu kalau tidak ada info dari DPC, bagai mana DPC bisa tahu kalau tidak rapat dengan Fraksi. Apakah Fraksi sudah membuat statmen sehingga membuat khalayak ramai, setiap ada instruksi kita harus bisa merekomendasikan secara estavet hingga ke tingkat paling bawah, rekomendasi apa yang harus kita teruskan ke bawah, dan ada tindak lanjut itu pentin,”pungkasnya.












