-
Mantan Wamenaker Imanuel Ebenezer (Noel) mengklaim adanya skenario untuk menjatuhkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui jalur hukum.
-
Noel menyebut kebijakan tegas Purbaya dalam memberantas pasar gelap telah mengusik kepentingan kelompok “bandit” yang berpengaruh.
-
Peringatan ini muncul sebagai sorotan terhadap risiko yang dihadapi pejabat publik saat berhadapan dengan kartel ekonomi besar.
Ancaman Kriminalisasi Pejabat Publik dan Komitmen Bersih Korupsi
Ketua Umum Relawan Jokowi Mania yang juga mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Imanuel Ebenezer alias Noel, melontarkan pernyataan mengejutkan terkait posisi hukum Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Noel mengklaim bahwa sang Bendahara Negara kini tengah menjadi sasaran empuk upaya kriminalisasi yang dirancang oleh kelompok kepentingan tertentu atau “bandit” pasar gelap.
Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus
Menurutnya, langkah berani Purbaya dalam memutus rantai bisnis ilegal telah menciptakan resistensi besar yang berpotensi berujung pada laporan-laporan hukum yang dipaksakan.
Dalam sebuah pernyataan yang viral di berbagai platform, Imanuel Ebenezer mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa akan segera “di-Noel-kan”—sebuah istilah yang merujuk pada upaya penyeretan seseorang ke ranah hukum demi kepentingan politik atau balas dendam ekonomi.
Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi
Noel menegaskan bahwa peringatan ini didasarkan pada informasi yang ia kumpulkan mengenai adanya ketidaksenangan kelompok mafia terhadap kebijakan Purbaya.
Menurut Noel, Purbaya saat ini sedang berada di garis depan dalam memerangi praktik-praktik curang di sektor Bea Cukai dan Pajak.
Penindakan tegas terhadap impor ilegal, terutama pakaian bekas dan barang-barang mewah tanpa dokumen, dinilai telah merugikan kantong para pemain besar yang selama ini merasa kebal hukum. Kelompok inilah yang diduga Noel sedang mencari celah untuk menjebak atau melaporkan Purbaya ke lembaga antirasuah seperti KPK.
“Purbaya itu orang baik dan lurus, tapi orang baik di negeri ini seringkali menjadi target. Saya melihat ada upaya sistematis untuk mengkriminalisasi beliau karena kebijakan-kebijakannya mengganggu ‘pesta’ para bandit pasar gelap,” ujar Noel dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pola kriminalisasi ini biasanya diawali dengan pembunuhan karakter (character assassination) sebelum akhirnya masuk ke ranah hukum formal.
Menanggapi “bola panas” yang dilempar Noel, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa justru menunjukkan sikap yang tenang dan defensif secara elegan.
Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki ketakutan terhadap ancaman tersebut selama ia memegang teguh prinsip integritas. Ia menyampaikan narasi kuat bahwa seseorang hanya bisa dikriminalisasi dengan mudah jika mereka memang memiliki “jejak kotor” atau menerima aliran dana yang tidak sah.
Purbaya secara terang-terangan menyatakan bahwa ia tidak pernah menerima uang sepeser pun di luar hak resminya sebagai menteri. Baginya, gaji yang diberikan negara sudah lebih dari cukup untuk membiayai kehidupannya dan keluarga. Keyakinan ini menjadi landasan Purbaya untuk terus maju melakukan pembersihan internal di kementeriannya tanpa harus merasa tersandera oleh kepentingan pihak mana pun.
Perseteruan narasi ini mencerminkan dinamika keras di balik layar pengelolaan keuangan negara. Di satu sisi, Noel memposisikan diri sebagai pemberi peringatan (whistleblower) atas adanya konspirasi luar, sementara di sisi lain, Purbaya memilih membuktikan integritasnya melalui kerja nyata dan penolakan terhadap segala bentuk gratifikasi.
Pernyataan Noel ini membuka mata publik mengenai besarnya tekanan yang dihadapi oleh pejabat yang mencoba melakukan reformasi birokrasi. Meskipun isu kriminalisasi ini terus bergulir, kelanjutan dari persoalan ini akan sangat bergantung pada bukti-bukti lapangan dan sejauh mana Menkeu Purbaya mampu menjaga benteng integritasnya di tengah kepungan kepentingan pasar gelap yang merasa terancam.












