
Kediri, Memo.co.id
Baca Juga: Strategi Mas Dhito Adopsi Standar Etika Parlemen Pusat demi Integritas Pejabat Kediri
Seorang ibu muda, pengendara sepeda motor metix bernopol AG 29997 BY, jadi korban bus antar kota yang melintas di Jl KH Agus Salim , Bandar Kidul, MOjoroto Kediri, tadi pagi. Wanita yang dalam kondisi hamil itu berboncengan dengan anaknya bernama ErDe.
Ibu muda tersebut bernama Herni , asal kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kediri. Suherni tewas seketika setelah tubuhnya terseret bus yang melaju dari arah barat. Sedang anaknya, mengalami luka parah karena masuk kolong bawah bus bersama sepeda motornya.
Kejadian itu bermula saat bus tersebut melintas dari arah terminal Kota Kediri. Bus itu melaju dengan kecepatan tinggi. Namun, ketika di kelurahan Bandar Kidul, tepatnya Jl KH Agus Salim , sopir bus dijutkan dengan pengendara sepeda motor yang tiba tiba melintas dan belok.
Dua orang korban kecelakaan ini ibu dan anak. Korban tewas diketahui bernama Harni, warga Kelurahan Bandar Kidul Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Suharni tewas di lokasi kejadian, sementara putranya RD dalam kondisi sekarat dan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita
Tubuh Erde sempat teseret 100 meter bersama sepeda motor yang dikendarainya di kolong bus. Menurut Nike salah satu penumpang bus asal Tulunganggung, sebelum terjadi kecelakaan korban berboncengan naik sepeda motor matik nopol AG 29997 BY. Korban melintas dari arah barat ke ke timur. Disusul kemudian sebuah bus AKDP jurusan Surabaya – Trenggalek.
Saat itu sopir akan mau menurunkan penumpang diwilayah Keluarahan Bandar. Namun pengendara sepeda mau berbelok menyebrang. Karena jarak kian dekat, benturan tak relakan, hingga terjadi kecelakaan.
Akibat kejadian ini, puluhan penumpang bus terlantar dan harus menunggu jemputan kendaraan bus lainya. Sopir bus pasca kejadian ini, tidak diketahui keberadaanya. Diduga, dia menyerahkan diri ke Polsek untuk menghindari amukan masya. ( dmr )












