Example floating
Example floating
Jatim

IAIN Ponorogo Resmi Menjelma Menjadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

A. Daroini
×

IAIN Ponorogo Resmi Menjelma Menjadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Sebarkan artikel ini
IAIN Ponorogo Resmi Menjelma Menjadi UIN Kiai Ageng Muhammad Besari

Ponorogo, Memo | Tonggak sejarah baru ditorehkan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Institusi pendidikan tinggi ini resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Perubahan status ini, yang ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Presiden oleh Menteri Agama Prof. Nasaruddin Umar kepada Rektor Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., di Jakarta pada 26 Mei 2025, menjadi penanda kesiapan UIN Ponorogo dalam memberikan pendidikan terbaik bagi Indonesia.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Perjalanan IAIN Ponorogo menuju status universitas ini merupakan hasil dari pengembangan institusi yang telah berlangsung selama 55 tahun. Cikal bakal IAIN Ponorogo adalah Akademi Syari’ah Abdul Wahhab (ASA) yang didirikan pada 1 Februari 1968 oleh KH. Syamsuddin dan KH. Chozin Dawoedy.

Akademi ini kemudian menjadi Fakultas Syari’ah Ponorogo IAIN Sunan Ampel pada 12 Mei 1970, sebelum akhirnya berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) pada tahun 1997. Pada 2016, STAIN Ponorogo kembali bertransformasi menjadi IAIN Ponorogo.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Selama perjalanannya, IAIN Ponorogo telah menorehkan berbagai capaian gemilang. Mulai dari prestasi mahasiswa, akreditasi perguruan tinggi dan program studi yang terus meningkat, hingga bertambahnya jumlah guru besar dan peningkatan sumber daya manusia serta fasilitas pembelajaran.

Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., menyambut baik alih status ini dengan penuh optimisme. Ia berharap, sebagai sebuah universitas, lembaga ini akan memiliki peluang yang lebih luas untuk membuka fakultas baru, program studi keislaman, serta program studi umum lainnya.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

“Sebagai universitas, lembaga ini kini memiliki peluang lebih luas untuk membuka fakultas baru, program studi keislaman, serta program studi umum lainnya,” ujar Evi . Hal ini, lanjutnya, akan membuka lebih banyak kesempatan bagi calon mahasiswa untuk memilih jurusan sesuai dengan minat dan cita-cita mereka.

Evi Muafiah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Sekretaris Negara, Menteri PAN-RB, Menteri Hukum, Menteri Keuangan, Menteri Agama beserta seluruh jajaran Kementerian Agama, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam terwujudnya alih status ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas alih status ini. Semoga alih status ini memberikan keberkahan bagi pendidikan Indonesia,” tutup Evi, penuh harap. ( Alfida Rahma )