Example floating
Example floating
NGANJUK

Hujan Semalam, Drainase Dangkal Pasar Sambikenceng Terendam Banjir

Mulyadi Memo
×

Hujan Semalam, Drainase Dangkal Pasar Sambikenceng Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Hujan semalam yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Nganjuk pada Selasa (21/10/2025) kemarin mengakibatkan sejumlah fasilitas umum seperti jalan dan pasar terendan banjir.

Hal itu seperti terjadi di pasar krempyeng Dusun Sambikenceng Desa Katerban, Baron. Pasca hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan kawasan pusat perdagangan tradisional dikepung banjir.

Baca Juga: Sosialisasi Bisu, Warga Dawuhan Stop Pengurukan Lahan Milik PT MAS, Tante Yulma Desak Daerah Ojo Turu Wae

Diinformasikan , penyebab terjadinya banjir karena saluran irigasi yang berada di kanan kiri sepanjang tepi jalan daerah tersebut dangkal sehingga tidak mampu menampung guyuran air hujan selama berjam jam sehingga air meluap ke jalan dan rumah rumah penduduk. Termasuk menggenangi area berjualan pedagang.

Baca Juga: Harisun : BULOG Siap Bayar GKP Petani Tepat Waktu, Asal Laporan Tidak Dadakan

Dikatakan Marsun salah satu warga Dusun Banar Desa Katerban menjelaskan setiap musim penghujan sudah bisa dipastikan lokasi di area pasar tersebut jadi langganan banjir. Air berasal dari luapan dari drainase milik dinas PUPR Nganjuk.

Baca Juga: Diduga Terpeleset Ke Sungai, Dua Jam Terseret Arus, Lansia Asal Lingkungan Pengkol Warujayeng Ditemukan Tidak Bernyawa

” Selain dangkal juga pemasangan U – ditch beton kurang panjang. Sehingga air hujan tidak bisa terbuang langsung ke sungai apur, ” jelas Marsun.

Dengan kondisi itu masih kata Marsun, pihak pemdes sudah berulangkali mengusulkan lewat Musrenbang namun belum di ACC.

” Luapan air dari drainase tidak hanya meluber ke jalan saja, namun juga masuk ke rumah rumah penduduk di sekitar pasar krempyeng Sambikenceng , Katerban,” ucapnya juga.

Sampai berita ini ditulis akibat banjir kondisi pasar hari ini ( Rabu,22/10/2025) jadi sepi pembeli.Ketinggian air hujan yang mengggenangi jalan poros tersebut masih setinggi betis orang dewasa. ( Adi)