Example floating
Example floating
Metropolis

Hi,, Orok Bayi Membusuk di Pinggir Waduk

A. Daroini
×

Hi,, Orok Bayi Membusuk di Pinggir Waduk

Sebarkan artikel ini

Gresik, Memo.co.id
orok bayi berjenis kelamin laki laki dalam kondisi sudah busuk, ditemukan seorang petugas Satlantas Polres Gresik, tadi siang. Orok bayi tersebut dibuang di tengah waduk Banjarsari Cerme Gresik. Dugaan kuat orok bayi itu adalah hasil hubungan gelap.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Saat ditemukan, orok bayi tersebut mengapung dengan kondisi yang mengenaskan. Diduga orok bayi yang dibuang itu hasil hubungan gelap. Pasalnya, saat ditemukan tanpa ditutupi sehelai kain. Bahkan, kondisi orok bayi sudah menghitam . Setelah ditemukan, lalu lintas di sekitar waduk sangat dipadati pengunjung karena ingin menyaksikan orok bayi hasil hubungan gelap.

Handoyo (35) salah satu pengendara sepeda motor yang melintas menuturkan, bau busuk yang menyengat sangat terasa sekali mengingat jarak orok bayi yang membusuk dengan bibir waduk tidak jauh. “Sewaktu saya dekati baunya sudah tidak enak, dan sangat menyengat,” tuturnya, Rabu (12/04/2017).

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

Sementara itu, Kapolsek Cerme AKP Tatag Sutrisna membenarkan adanya penemuan orok bayi yang sudah membusuk. Orok bayi tersebut sudah dibawa ke rumah sakit. Sebelumnya, tim Inafis dari Polres Gresik membawanya ke RSUD Ibnu Sina Gresik. “Orok bayi yang ditemukan membusuk sudah dievakuasi,” tuturnya.

Petugas terus melakukan penyelidikan terhadap kasus penemuan orok bayi itu. Beberapa saksi juga dimintai keterangan untuk mengumpulkan data dan informasi guna mengembangkan penyelidikan yang dilakukan oleh polisi. Dugaan sementara, kedua oranttua dari bayi itu adalah bukan suami istri. Bayi hasil hubungan gelap yang sengaja dibuang di waduk. ( mar )

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026