Example floating
Example floating
BLITAR

Hearing Dinilai Cuma Formalitas, Warga Ngaringan Ancam Lumpuhkan Akses Peternakan

Prawoto Sadewo
×

Hearing Dinilai Cuma Formalitas, Warga Ngaringan Ancam Lumpuhkan Akses Peternakan

Sebarkan artikel ini

Perwakilan warga lainnya, Agus Santoso, menegaskan bahwa masyarakat sudah menempuh berbagai cara persuasif. Mulai dari aduan ke pemerintah desa, instansi terkait, hingga hearing bersama pengelola peternakan. Namun, warga menilai semua itu hanya ditanggapi sebatas formalitas.

Merasa suara mereka diabaikan, warga akhirnya memilih langkah terbuka: memasang spanduk dan poster protes di berbagai titik strategis desa. Aksi ini direncanakan berlangsung selama satu minggu sebagai bentuk tekanan kepada pengelola peternakan dan Pemerintah Kabupaten Blitar.

Baca Juga: Pemecatan Massal Outsourcing Kota Blitar: Ganggu Pelayanan Publik, Ketua DPRD Kritik Keras Sampai Nyetir Sendiri

Tidak berhenti di situ, warga menyatakan siap melangkah lebih jauh jika tuntutan tetap tidak digubris.

“Kalau masih tidak diindahkan, kami siap turun aksi besar dan memblokade jalan menuju kandang. Akses ke lokasi akan kami tutup,” tegas Jaka Setiawan, disambut dukungan warga lainnya.

Baca Juga: SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

Menurut warga, rencana blokade jalan ini merupakan bentuk perlawanan terakhir agar penderitaan mereka tidak terus berlarut-larut. Mereka menilai tanpa tindakan tegas pemerintah daerah, keberadaan peternakan tersebut hanya akan terus mengorbankan kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Bumi Indah belum memberikan klarifikasi resmi. Pemerintah Kabupaten Blitar pun belum menyampaikan sikap maupun langkah nyata atas protes warga Desa Ngaringan.**

Baca Juga: KORMI Kabupaten Blitar Mulai Tancap Gas, Rakor Perdana Jadi Pondasi Awal