Twitter juga sedang mengadakan polling apakah platform harus memiliki kebijakan untuk melarang akun yang mempromosikan media sosial kompetitor.
Polling yang diadakan Elon Musk menambah deretan kontroversi di platform media sosial itu. Setelah menjabat sebagai CEO, Musk memulihkan sejumlah akun termasuk milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Twitter baru-baru ini menangguhkan, lalu membuka kembali, sejumlah akun jurnalis. Aksi Twitter itu menuai kecaman dari berbagai organisasi media dan kelompok advokasi di Eropa.
Pada waktu yang bersamaan, Twitter melarang akun-akun yang mempromosikan media sosial kompetitor seperti Facebook.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Musk juga mengatakan dia akan mengadakan polling jika ada perubahan pada kebijakan Twitter.












