
Kediri Memo.co.id
Kesulitan mendapat pasokan makanan,sejumlah pedagang hewan kurban musiman di Kabupaten Kediri mendatangkan makanan ternak dari luar daerah.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif
Salah satu pengepul hewan kurban Wahyu asal desa Joho Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri,mengatakan,” Tiap harinya ia harus mengeluarkan biaya tambahan sebanyak 10 persen untuk keperluan makanan hewan ternaknya yang berjumlah 200 ekor.
Makanan konsentrat tersebut harus di datangkan dari luar daerah diantaranya Lamongan, Gresik dan Trenggalek.Ironisnya bersamaan dengan momentum perayaan idul adha yang tinggal menyisakan beberapa hari lagi,makanan konsentrat seperti kulit kacang ijo,kulit kko atau coklat justru mengalami perubahan harga atau naik,”ungkap Wahyu.
Dijelaskan secara rinci oleh wahyudi,harga kulit kko yang sebelumnya perkilo dijual 1800, kini berubah menjadi 2000 ribu.Kulit kacang ijo semula 2 ribu,naik menjadi 2400 per kilo.
Ia mengaku,yang ditakutkan oleh pedagang selama ini dikarenakan kekurangan pasokan makanan terkait perubahan cuaca sekarang.” kalau pakan yang kering, dari luar daerah. Lamongan, Gresik dan Trenggalek.harganya naik.” Terang Wahyudi .
Baca Juga: Sembunyian Aib, Camat Banyakan Hari Utomo Serahkan Uang Suap ke Kejaksaan
Tiap harinya,untuk kebutuhan makanan 200 ekor hewan kurban,diri nya harus mengeluarkan sedikitnya 1,5 kwintal makanan. Guna menjaga kesehatanan hewan ternak makanan itu kemudian di oplos sebelum diberikan kepada hewan kurban jenis kambing lainya. (wing/ndik)












