Jakarta, Memo
Saat ini, harga beras mahal. Namun, pendapatan petani turus drastis. Pertahun hanya Rp 5 juta. Lho, kok bisa ?
Petani di Indonesia dipandang belum mencapai kesejahteraan saat ini lantaran rata-rata pendapatan USD 1 per hari atau USD 341 per tahun berdasarkan Survei Pertanian Terintegrasi (SITASI) Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: Harga Pare Blitar Loyo! Petani Gigit Jari, Rupiah Menyusut Drastis di Tengah Panen!
Jika dikonversikan ke rupiah, pendapatan petani di Indonesia hanya mencapai Rp 5,16 juta per tahunnya (dengan kurs Rp 15.160 per dolar AS).
Angka ini jauh di bawah rata-rata UMP (Upah Minimum Provinsi) di RI pada 2024 yang sebesar Rp 37,36 juta per tahun atau Rp 3,11 juta per bulan. Rendahnya pendapatan petani ini bahkan menjadi perhatian Bank Dunia.
Baca Juga: Indonesia Panen Raya! Surplus Beras 3 Juta Ton, Negara Lain Gigit Jari
Pengamat pertanian Syaiful Bahari membenarkan kecilnya pendapatan petani di Tanah Air saat ini. Besarnya biaya
produksi padi jadi penyebab.
“Terkait petani Indonesia belum sejahtera, semua itu dikarenakan biaya produksi beras di Indonesia semakin mahal,
karena kenaikan input produksi setiap tahunnya,” kata Syaiful kepada kumparan, Minggu (22/9).
Baca Juga: Ironi Negeri Agraris, Saat Lahan Menipis, Petani Berkurang, Pangan pun Jadi Rebutan
Meski saat ini harga gabah di tingkat petani tengah naik, tapi dengan tingginya biaya produksi, menurut Syaiful hal ini tidak otomatis meningkatkan pendapatan petani. “Bahkan yang terjadi sering merugi,” jelasnya.
Berdasarkan laman BPS, harga gabah di tingkat petani pada Agustus 2024 mengalami kenaikan, untuk kualitas Gabah Kering Giling (GKG) sebesar 2,04 persen jadi Rp 6.723 per kg dan Gabah
Kering Panen (GKP) sebesar 1,58 persen jadi Rp 6.230 per kg. Kenaikan harga gabah juga diikuti oleh harga beras. Bahkan harga beras Indonesia 20 persen lebih tinggi daripada harga beras di pasar global.
Sebelumnya, Country Director Bank Indonesia untuk Indonesia and Timor-Leste, Carolyn Turk, menyinggung soal rendahnya pendapatan petani Indonesia.
“Menurut Survei Pertanian Terintegrasi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, pendapatan rata-rata petani kecil kurang dari USD 1 per hari atau USD 341 per tahun. Jadi, petani mendapat keuntungan rendah dari pertanian padi,” tutur Carolyn dalam sambutannya di acara Indonesia International Rice Conference (IIRC) di Nusa Dua, Bali, Kamis (19/9).












