Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

HANURA Nganjuk Anti Politik Dinasty – Hari Ini Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

A. Daroini
×

HANURA Nganjuk Anti Politik Dinasty – Hari Ini Buka Pendaftaran Bakal Calon Bupati

Sebarkan artikel ini
hanura nganjuk

hanura nganjuk

NGANJUK,MEMO.CO.ID –
Dewan Pimpinan Cabang ( DPC ) partai Hati Nurani Rakyat ( HANURA) Kabupaten Nganjuk hari ini ( 19/7) secara resmi buka pendaftaran bacabub/bacawabub.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

Hari pertama penjaringan balon dikantor sekertariat DPC HANURA dijalan Gubernur Suryo Klurahan Kauman Kecamatan Nganjuk ditandai dengan acara potong tumpeng sebagai simbol dibukanya pendaftaran bacabub bacawabub.

Disampaikan ketua penjaringan Edi Santoso sudah ada beberapa partai koalisi yang siap merapat ke Hanura. ” Yang sudah komonikasi ada lima partai yang siap berkoalisi,” ucap Edi.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

Sementara ditanya nama nama bakal calon yang sudah ada signyal akan mendaftar ke Hanura menurutnya ada tiga balon. ” Untuk hari ini saya belum bisa menyebutkan identitas balon. Yang jelas mereka para balon sudah ada kontak dengan panitia. Kita nunggu kepastianya kapan akan mengambil formulir,” ujar Edy.

Sementara ditegaskan Ketua DPC Hanura, Radytia Harya Yuangga membenarkan pertanyaan awak media terkait anti politik dinasti. ” Penolakan partai kami tentang anti politik dinasty adalah kearifan lokal bukan mandat dari DPP,” tegasnya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Menurut anggota DPRD Nganjuk di komisi ll ini bahwa alasan penolakan itu berdasarkan keluhan masyarakat. ” Hanura membuka lebar semua warga indonesia bisa mencalonkan diri, tapi secara prinsip politik Hanura tidak akan meloloskan Ita Triwibawati,” paparnya.

Kenapa begitu ditanya sejumlah awak media menurut anggota Banggar ini karena rapor kinerjanya tidak memuaskan. ” Pembangunan infrastruktur buruk dan Nganjuk dapat predikat daerah termiskin di Jawa Timur,”pungkasnya. (adi)