MEMO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta menunjukkan komitmennya dalam melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk penumpang difabel, pada momen mudik Lebaran 2025. Pada H-2 Lebaran, Sabtu (29/3/2025), KAI mencatat adanya 250 pemudik difabel yang diberangkatkan menuju berbagai kota di Jawa.
Informasi ini disampaikan oleh Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, saat ditemui di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, pada hari yang sama. “Kami akan terus memberikan fasilitas yang dibutuhkan bagi para penumpang difabel yang melaksanakan perjalanan mudik dan balik hingga tanggal 13 April 2025,” tegasnya.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Sebanyak 250 penumpang difabel memulai perjalanan mudik mereka dari Stasiun Pasar Senen dengan tujuan berbagai stasiun di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Destinasi mereka meliputi Solo Balapan, Surabaya Gubeng, Kutoarjo, Blitar, Surabaya Pasar Turi, Semarang Tawang, Tegal, Malang, hingga Purwokerto.
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 1446 H, PT KAI menyediakan berbagai fasilitas pendukung. Salah satunya adalah pendirian posko mudik di stasiun-stasiun utama seperti Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Stasiun Cikampek.
Langkah ini bertujuan untuk mempermudah koordinasi, penyampaian informasi, dan pemberian pelayanan kepada seluruh penumpang. Selain itu, KAI juga menyediakan layanan kesehatan di stasiun dan di dalam kereta api untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Demi menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik, KAI juga menjalin kerjasama dengan aparat kepolisian dan petugas keamanan. “Kerjasama ini dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama puncak arus mudik,” jelas Ixfan.
Lebih lanjut, KAI terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan, baik di stasiun maupun di atas kereta api. “Untuk meningkatkan kenyamanan di dalam kereta api, kami melakukan inovasi dengan mengurangi kapasitas tempat duduk dari 80 menjadi 70, sehingga ruang gerak penumpang menjadi lebih luas,” pungkasnya.












