“Karena pendidikan ini penting bagi masa depan bangsa. Sektor pendidikan yang diurus oleh negara hanya 40%, 60% sisanya diurus oleh rakyat. Sejatinya peran negara dalam mengurusi pendidikan, seharusnya ditingkatkan,” lanjut politisi PKB ini.
Lebih lanjut Gus Tamim mengatakan, dalam membangun negeri dibutuhkan partisipasi masyarakat. Bukan sekadar dilibatkan dalam perencanaan, menurutnya masyarakat juga harus berperan dalam mengawasi jalannya pembangunan.
“Mustahil pembangunan negeri ini tanpa rakyat, tidak sekedar perencanaan tapi sejak pelaksanaan, monitoringnya sampai perawatan pemeliharaannya. Impossible membangun negeri baik itu di level desa kabupaten/kota, maupun provinsi tanpa kehadiran rakyat,” bebernya.
Selain itu, dalam membangun negeri, antar pemerintah harus mengesampingkan ego sektoral. Sering kali, pembangunan tak berjalan lantaran antar instansi saling lempar tanggung jawab.
Baca Juga: Pimpinan SMSI dan JAM Intel Kejagung Bahas Sinergi Bersama ABPEDNAS
“Pembangunan jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya sering kali terhambat. Pemerintah sibuk berdebat, ini kewenangan provinsi, kabupaten/kota atau desa. Padahal, rakyat di bawah sangat membutuhkan. Dalam hal ini, mari lah kita turunkan ego sektoral masing-masing. Kalau memang desa tidak mampu, pihak kabupaten harus membantu, begitu pula seterusnya,” pungkas pria kharismatik ini.**












