Memo.co.id |
Gus Baha, Pengasuh Pesantren Tahfidz Al Qur’an , Narukan Rembang, bercerita tentang sosok ulama besar dari Kudus Jawa Tengah, KH Raden Asnawi, pernah ditipu orang China. Ulama besar itu ditipu China untuk makan daging babi.
Setelah makan daging babi, orang China malah menyampaikan secara terbuka tentang sosok KH Asnawi, karena sudah makan daging babi. Mendengatr penyampaian orang China secara terbuka, KH Raden Asnawi, malah engaku berterimakasih, karena pernah merasakan bagaimana rasa daging babi tersebut.
Pengasuh Pesantren Tahfidz Al-Qur’an LP3IA Narukan Rembang, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menceritakan kisah-kisah yang pernah dialami orang-orang alim di masa dahulu. Salah satunya kisah KH Raden Asnawi, Kudus, Jawa Tengah.
Berikut cerita Gus Baha sebagaimana dilansir dari iqra.id tanggal 8 Mei 2021. Dahulu, kalangan Sufi itu jika ditipu orang supaya terjerumus memakan barang yang haram, mereka tenang-tenang saja. Salah satunya masyhur cerita tentang KH Raden Asnawi.
Ada orang China pada saat itu sedang berlangsung gagasan Revolusi China. Ceritanya, dia ingin mempermalukan beliau (Kiai Raden Asnawi).
Kiyai Asnawi diundang dalam perjamuan, tapi makanannya itu ternyata daging babi dan celeng. Ketika selesai makan, beliau baru dikasih tahu orang China tersebut.
Peristiwa ini di depan umum, termasuk ada santri-santri KH Raden Asnawi. “Pak Yai, tahu apa yang Anda makan?”
“Apa itu?” tanya balik Kiai Asnawi.












