Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Gunungan Berkah di Kawah Kelud, Tradisi Larung Sesaji, Simbol Syukur dan Asa Pariwisata

Hamzah Jurnalis
×

Gunungan Berkah di Kawah Kelud, Tradisi Larung Sesaji, Simbol Syukur dan Asa Pariwisata

Sebarkan artikel ini
Gunungan Berkah di Kawah Kelud, Tradisi Larung Sesaji, Simbol Syukur dan Asa Pariwisata

KEDIRI, MEMO
Di tengah kabut tipis lereng Gunung Kelud, sebuah tradisi kuno kembali dihidupkan dengan penuh khidmat. Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, pada Minggu (6/7/2025), menjadi pusat gelaran Ritual Larung Sesaji, sebuah prosesi sakral yang melarung berbagai hasil bumi ke kawah gunung.

Agenda tahunan ini bukan sekadar ritual, melainkan manifestasi mendalam rasa syukur atas melimpahnya berkah alam, sekaligus secercah harapan bagi bangkitnya sektor pariwisata pasca-pandemi.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Plt. Camat Ngancar, Moh. Muthoin, yang hadir langsung di area kawah, menjelaskan esensi di balik persembahan ini. “Prosesi ini diadakan dengan melarung berbagai hasil bumi ke kawah Gunung Kelud, di Kabupaten Kediri. Agenda ini juga sekaligus bentuk ungkapan rasa syukur atas berkah hasil bumi yang melimpah,” ujarnya.

Bagi masyarakat setempat, tradisi ini telah turun-temurun, menjadi jembatan spiritual yang mengikat mereka dengan alam dan Sang Pencipta.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Gunungan Harapan dan Simbol Pengorbanan

Ritual Larung Sesaji di Kelud selalu identik dengan gunungan hasil pertanian dan makanan khas daerah. Bentuk gunungan yang menjulang tinggi, penuh dengan aneka tanaman pangan, adalah representasi dari kemakmuran bumi.

Seluruh persembahan ini kemudian dilarung ke kawah, bukan sekadar simbol pengorbanan, tetapi juga wujud rasa terima kasih atas rezeki setahun penuh, baik dari sektor pertanian maupun aspek kehidupan lainnya.

Baca Juga: Pemkot Kediri Percepat Penyelesaian Proyek Alun-Alun Pasca Putusan Mahkamah Agung

“Semua gunungan hasil bumi ini bentuk syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah hasil bumi yang melimpah, baik di sektor pertanian, dan kehidupan yang memang telah diberikan selama setahun ini,” tambah Muthoin.

Tahun ini, antusiasme terlihat jelas dengan partisipasi 10 desa di Kecamatan Ngancar. Tak hanya perangkat desa, ritual ini melibatkan berbagai elemen masyarakat: pengusaha lokal, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga unsur Muspika, menunjukkan persatuan dalam melestarikan warisan budaya.