MEMO – Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan! Letusan terbaru yang terjadi pada November 2024 tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan sejumlah infrastruktur dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.
Badan Geologi Kementerian ESDM telah menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-laki ke Level IV (Awas), dengan zona bahaya diperluas hingga tujuh kilometer dari kawah.
Baca Juga: Fenomena Lubang Amblas Gemparkan Warga, Pakar Geologi UGM Beberkan Ini
“Warga diminta tetap siaga dan mengikuti arahan otoritas setempat untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut,” ujar Badan Geologi dalam keterangannya.
Berikut fakta-fakta penting terkait kondisi terkini dan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki:
Gunung Lewotobi Laki-laki meletus besar pada November 2024, menyebabkan 10 orang tewas dan menghancurkan berbagai fasilitas umum.
Meningkatnya aktivitas vulkanik membuat Badan Geologi menaikkan status gunung ini ke Level IV, yang merupakan peringatan tertinggi dalam skala aktivitas gunung berapi.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Gunung ini memiliki rekam jejak letusan besar dengan Indeks Erupsi Vulkanik (VEI) berkisar antara 1 hingga 3. Beberapa letusan terdahsyat terjadi pada tahun 1675, 1907, dan 1932.
Hujan abu vulkanik menyebabkan kerusakan serius pada bangunan, termasuk SD Katolik Hikong di Desa Hikong, yang mengalami kebocoran di ruang kelas akibat timbunan abu.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, lebih dari 4.400 penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari ancaman lahar panas dan material vulkanik.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pemerintah berencana merelokasi ribuan warga yang tinggal dalam radius tujuh kilometer dari kawah guna menghindari bahaya lebih lanjut.
Gunung ini tetap menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi, dengan semburan abu mencapai 8.000 meter ke udara, mengancam pemukiman warga dan jalur penerbangan di sekitar wilayah tersebut.












