“Seni Tiban ini adalah peninggalan leluhur yang sangat dicintai rakyat. Setiap event selalu ramai. Ini bukti bahwa seni tradisi masih hidup dan diminati,” ungkapnya.
Ke depan, Guntur Wahono berharap seni tradisi Tiban dapat semakin berkembang, bahkan hingga terbentuk kepengurusan di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan rencana pelantikan dan pengukuhan Paguyuban Tiban Blitar Raya di Pendopo Kabupaten Blitar, apabila mendapat persetujuan dari Bupati Blitar.
Baca Juga: Temui Kapolres Blitar Kota, PMII Blitar Bongkar Masalah Kriminalitas hingga Tambang Ilegal
Selain penguatan organisasi, Guntur Wahono juga menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana. Ia menyebutkan bahwa melalui APBD Provinsi Jawa Timur, Dinas terkait telah memfasilitasi sejumlah aset pendukung seperti panggung 3D berukuran 8×8 meter, gamelan, tenda, dan perangkat sound system.
“Harapannya, ketika ada event besar, kita tidak lagi bingung soal perlengkapan. Bahkan mobil operasional juga sangat dibutuhkan karena aktivitas seni Tiban ini sering melibatkan puluhan kendaraan saat kunjungan lawatan antardaerah,” jelasnya.
Melalui kegiatan reses ini, Guntur Wahono menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam pelestarian seni budaya tradisional sebagai identitas dan kekuatan sosial masyarakat Jawa Timur.**












