Example floating
Example floating
BLITAR

Guntur Wahono Manfaatkan Reses untuk Reorganisasi Paguyuban Tiban Blitar Raya

Prawoto Sadewo
×

Guntur Wahono Manfaatkan Reses untuk Reorganisasi Paguyuban Tiban Blitar Raya

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, menggelar kegiatan reses masa sidang kedua tahun 2025–2026 di Joglo Serbaguna Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Senin malam (9/2/2026).

Dalam kegiatan reses tersebut, Guntur Wahono memanfaatkan momentum untuk melakukan rereorganisasi kepengurusanaguyuban Seni Tradisi Tiban Blitar Raya, yang diikuti oleh para pelaku seni dan pengurus paguyuban dari Kabupaten dan Kota Blitar.

Baca Juga: HPN 2026, PWI Blitar Raya Bahas Potensi Jeratan KUHP bagi Insan Pers

“Reses hari ini kami isi dengan kegiatan reorganisasi kepengurusan Paguyuban Tiban Blitar Raya. Tadi sudah kita laksanakan secara demokratis dan melahirkan kepengurusan yang baru,” ujar Guntur Wahono.

Ia berharap kepengurusan baru tersebut mampu membawa perbaikan dan kemajuan organisasi dalam satu periode ke depan, khususnya dalam tata kelola kegiatan dan penguatan soliditas internal paguyuban.

Baca Juga: Puting Beliung Terjang Lima Desa di Sanankulon, 38 Rumah Rusak, Camat Gugup Pastikan Penanganan Cepat

Guntur Wahono juga menegaskan bahwa proses reorganisasi berlangsung secara demokratis tanpa adanya intervensi. Seluruh peserta forum diberikan hak yang sama untuk memilih dan dipilih.

“Alhamdulillah, mekanisme pemilihan berjalan sangat demokratis. Tidak ada intervensi apa pun. Semua punya hak memilih dan dipilih. Bahkan ketika hanya satu orang menyampaikan pendapat, tetap kita dengarkan. Ini bagian dari demokrasi,” tegasnya.

Baca Juga: Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno

Dalam kesempatan itu, Guntur Wahono turut memaparkan perkembangan seni tradisi Tiban yang dinilainya mengalami pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di Blitar, jumlah grup seni Tiban yang awalnya hanya empat grup kini berkembang menjadi sekitar 20 grup. Hal serupa juga terjadi di daerah lain seperti Tulungagung dan Lampung.