Blitar, memo.co.id
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, terus melakukan sosialisasi tentang Koperasi Merah Putih (KMP) ke desa-desa. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan di Desa Sumberkembar, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar, Rabu 11 Juni 2025.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
Tujuannya adalah memberikan pembekalan informasi yang memadai bagi para pengurus KMP yang baru terbentuk.
“Masih terjadi kebingungan di masyarakat soal KMP. Banyak yang mempertanyakan juga posisi KMP itu seperti apa, karena di masing-masing desa sudah ada BUMDes. Maka, perlu ada pembekalan dan penjelasan terkait itu, karena ini adalah program nasional,” kata Guntur kepada wartawan.
Baca Juga: Ratusan Massa GPI Demo PN Blitar, Soroti Dugaan Rekayasa Hukum
Komitmen Guntur dalam menyukseskan program nasional ini dibuktikan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dalam setiap sosialisasi yang ia selenggarakan. Dalam sosialisasi di Desa Sumberkembar ini, ia mendatangkan Ketua Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur, Slamet Sutanto untuk menjelaskan soal KMP kepada masyarakat.
“Kebetulan beliau (Slamet Sutanto), merupakan salah satu penggagas pembentukan KMP. Jadi, beliau sangat kompeten untuk menjelaskan dan menjawab pertanyaan dari masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Temui Kapolres Blitar Kota, PMII Blitar Bongkar Masalah Kriminalitas hingga Tambang Ilegal
Sebagai informasi, Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, Pemerintah Pusat menargetkan pembentukan 80 ribu KMP. Program ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melansir dari laman resminya, pembentukan KMP bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak kebingungan lagi. Kita ingin KMP, BUMDes, kelompok tani dan sebagainya bisa berkolaborasi dan berjalan beriringan bersama,” lanjut Guntur.












