Memo.co.id
Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengadakan pertemuan pada hari Senin (3/5) untuk membahas pembentukan koalisi besar dalam persiapan Pemilu tahun 2024. Dalam pertemuan tersebut, kedua partai membicarakan mengenai pembentukan koalisi inti, yang diharapkan dapat menjadi inti dari koalisi besar nantinya.
Dalam siaran pers di YouTube yang diunggah oleh tvOne, terlihat bahwa ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, hadir bersama-sama dengan jajaran pengurus DPP PKB dan DPP Partai Golkar.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Kedua partai ini sebelumnya telah tergabung dalam koalisi Indonesia Raya, namun dalam pertemuan tersebut membicarakan mengenai koalisi besar yang akan dibentuk.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menyatakan bahwa mereka siap untuk menjadi inti dari koalisi besar dan melakukan komunikasi politik dengan partai-partai lain yang ingin melanjutkan program ke depan agar Indonesia tidak jatuh menjadi negara berpendapatan rendah.
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, juga menambahkan bahwa kerjasama mereka dengan PKB selama ini sangat memuaskan, baik di DPR maupun di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Mereka bersepakat untuk terus saling bersinergi dan saling membantu untuk mensukseskan proses keberhasilan Pemilu tahun 2024.
Dalam pertemuan tersebut, tim pemenangan dari Partai Golkar dipimpin oleh Nusron Wahid, sedangkan PKB akan menunjuk Faisal Reza. Kedua tim ini akan duduk bersama untuk membahas langkah-langkah teknis selanjutnya dalam membangun koalisi besar tersebut.
Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Partai Golkar dan 6 partai lainnya pada Minggu (2/5).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan partai-partai politik tentang pentingnya visi pembangunan ke depan dan masa depan Indonesia yang akan menjadi negara maju atau berada dalam jebakan negara berpendapatan menengah.












