Kepala Bidang PAUD, PNF, Pemuda dan Olahraga Disdik Kabupaten Kediri, Abd. Kholiq, mengakui bahwa isu ATS masih menjadi pekerjaan rumah bersama, bahkan di tingkat nasional. Salah satu “biang keladi” yang menyebabkan angka ini sulit turun ternyata adalah data yang kurang update di lapangan.
“Beberapa diskusi yang dilaksanakan ternyata updating data termasuk pemberi kontribusi tentang jumlah ATS yang ada di Kabupaten Kediri,” ungkap Abd. Kholiq.
Oleh karena itu, kegiatan Verval ini mutlak dilakukan hingga ke akar rumput. Keterlibatan para ‘Pahlawan IT Desa’ ini diharapkan mampu menjamin bahwa data ATS yang dicatat di desa benar-benar sinkron dan akurat dengan data pusat (Pusdatin).
Kholiq berharap, melalui kegiatan ini, Disdik Kediri akan mendapatkan data terbaru yang sangat valid. Data ini akan menjadi kompas bagi Pemkab Kediri untuk bergerak cepat, memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Kediri yang terlewat dari akses pendidikan. Ini adalah langkah optimistis dan terukur untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah, dimulai dari memastikan setiap anak memiliki tempat di sekolah.












