Sebuah gempa bumi dengan kekuatan sebesar magnitudo (M) 5,0 terjadi di sebelah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada hari Kamis (23/11) siang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian gempa ini terjadi tepat pada pukul 10.24 waktu setempat dengan pusat atau episentrumnya berlokasi sekitar 216 kilometer di sebelah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.
Dalam data yang dikeluarkan, kedalaman atau hiposentrum gempa ini terjadi sekitar 17 kilometer di bawah permukaan bumi. “Tidak ada ancaman tsunami,” demikian yang diungkapkan oleh BMKG melalui pernyataan resminya.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Dalam penjelasan melalui siaran persnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG menyebutkan bahwa gempa yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi ini merupakan jenis gempa tektonik.
Update Gempa Sulawesi Utara M5,0: Fakta dan Analisis BMKG Terbaru
Getaran dari gempa tersebut dapat dirasakan di daerah Kepulauan Marore dan Kepulauan Sangihe dengan skala intensitas II-III MMI (dimana getaran dirasakan secara nyata di dalam rumah, terasa seakan-akan truk sedang melintas).
Baca Juga: Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati Akibat Ayah Bawa Selingkuhan ke Rumah
Kemudian, daerah Kendahe, Kepulauan Sangihe Miangas, Kepulauan Talaud juga merasakan getaran dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Daryono menyatakan, “Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan yang disebabkan oleh gempa tersebut.” Dia menambahkan, “Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh BMKG, gempa ini memiliki parameter yang diperbarui dengan magnitudo M4,8.”