NGatimin langsung menemui Bambang di rumah kos kosan. Dia tahu bahwa Bambang jarang pergi jauh. Karena itulah, dia berniat ke rumahnya menemui langsung. Karena rumahnya terkunci dan diketok pintunya tidak ada yang menjawab, Ngatimin mengalami kesulitan.
Karena itulah, dia memanggil warga sekitar. Warga juga tidak tahu tentang kabar Bambang. Selanjutnya Ngatimin mengajak seseorang untuk menemani yaitu Sariyuliana warga kelurahan Sendangharjo Gg.I Kelurahan Sendangharjo, Tuban.
“Biasanya kalau saya hubungi lewat telpon selulernya tidak pernah tidak diangkat, lalu saya timbul rasa curiga kenapa dalam satu bulan terakhir ini setiap saya telpon tidak ada yang mengangkat bahkan terakhir ini setiap saya hubungi tidak nyambung sama sekali,” kata NGatimin.
Masih menurut Ngatimin, setelah diketuk beberapa kali pintu rumah tidak ada yang menjawab dan tidak ada tanda-tanda orang didalam rumah tersebut. Dia bersama Sariyuliana untuk membuka pintu dengan kunci ganda. ” Setelah pintu terbuka, dia sudah meninggal dan mayatnya sudah jadi kerangka di tempat tidur,” kata Ngatimin.
Korban diketahui bernama Bambang Hartono (72) alamat jalan Panglima Sudirman No.47 Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Kota Tuban, Kabupaten Tuban. Korban yang sebelumnya sudah sering sakit-sakitan diperkirakan sudah meninggal kurang lebih satu bulan yang lalu.
Kapolsek Semanding AKP Desis Susilo mengatakan pihaknya langsung ke TKP untuk melakukan lidik. ” Setelah kami mendapat laporan tentang penemuan mayat seorang laki-laki yang kondisinya sudah menjadi kerangka , pihak kami langsung mendatangi TKP dan meminta keterangan para saksi-saksi, ” katanya.
Dan untuk sementara pihak kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban, karena kami masih berkoordinasi dengan Tim identifikasi dari Polres Tuban, dan menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit. Kami akan akan mencari tau keberadaan keluarga korban,” ujar Desis.
Lebih lanjut Desis Susilo,” beberapa barang bukti yang berada didalam kamar rumah dimana korban meninggal diantaranya satu unit sepeda motor, 2 (dua) buah Hanpone (HP), uang senilai Rp.1.358.000 ( satu juta tiga ratus lima puluh delapan ribu rupiah), KTP korban, 1 buah jam tangan, dan satu dompet berwarna hitam, untuk sementara kami amankan di polsek Semanding,” AKP Desis Susilo Menambahkan.
Berdasarkan penelusuran Memo.co.id dilokasi kejadian, selama ini tetangga tidak ada yang menaruh kejurigaan atau mencium bau apapun hingga mayat ditemukan sudah dalam kondisi berupa kerangka, lantaran menurut keterangan dari beberapa orang yang tinggal disekitar rumah koskosan, korban juga tidak pernah terlibat dengan warga sekitar.
” Tetangga dekat korban juga seorang yang kost dan tinggal sendiri dan sudah lanjut usia (manula) jarang ketemu, setiap hari kerja dan pulang malam, sehingga tidak begitu terlalu memperhatikan,” kata salah satu orang yang berada di tempat kejadian perkara.(ain)












