Example floating
Example floating
Home

Ganjar & Anies Tebar Pesona di Jatim, Tarik Simpati Pemilih

A. Daroini
×

Ganjar & Anies Tebar Pesona di Jatim, Tarik Simpati Pemilih

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id

Pada tanggal 6 Mei lalu, dua bakal calon presiden, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, melakukan kampanye bersama di Jawa Timur. Keduanya diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) dengan tujuan menarik simpati pemilih di Jatim yang memiliki jumlah pemilih terverifikasi sebanyak 31.570.000 orang. Jumlah ini sekitar 37% dari jumlah penduduk potensial pemilih nasional yang mencapai 204 juta orang.

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum

Fikri di Sia Cita, seorang dosen Ilmu Komunikasi Politik Universitas Negeri Yogyakarta, mengungkapkan bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan tingkat partisipasi politik yang tinggi. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para kontestan Pilpres 2024.

Namun, yang perlu diperhatikan oleh para kandidat Pilpres adalah pergeseran karakter pemilih di Jatim. Jika sebelumnya suara Jatim didominasi oleh kalangan santri, saat ini suara tersebut didominasi oleh pemilih rasional yang akan menggunakan hak suaranya berdasarkan pada ketokohan dan citra baik tokoh yang diusung.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

“Penting bagi dua bakal calon presiden ini untuk menemukan calon wakil presiden yang dapat merepresentasikan karakter pemilih di Jawa Timur. Ada dua tokoh potensial yang dapat dilirik, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Mahfud MD. Mereka merepresentasikan kelompok nasionalis dan kalangan religius berbasis Negeri, yang merupakan titik pertemuan di Jawa Timur.” katnya

Oleh karena itu, tantangan bagi Anies Baswedan adalah menemukan cawapres yang dapat merepresentasikan kalangan nasionalis, sedangkan tantangan bagi Ganjar Pranowo adalah menemukan cawapres yang mampu merepresentasikan kalangan Islam santri. Hal ini penting bagi masing-masing capres untuk memenangkan basis suara di Jawa Timur pada Pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Pada bulan Januari lalu, sejumlah lembaga survei di Jawa Timur merilis beberapa nama potensial yang mendapat simpati dari pemilih, antara lain Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, dan Khofifah Indar Parawansa. Nama-nama tersebut memiliki prosentase suara yang hampir sama, yaitu berkisar antara 20% hingga 30%.

Surokim Abdus Salam, Peneliti Senior Surabaya Survey Center, mengungkapkan bahwa Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan memiliki potensi peningkatan prosentase suara setelah mereka secara resmi diumumkan sebagai bakal calon presiden oleh partai politik masing-masing. Saat ini, situasinya masih menunggu kemunculan nama Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden di Jawa Timur.

Kampanye yang dilakukan oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Jawa Timur pada Sabtu lalu belum dapat sepenuhnya merepresentasikan ketertarikan pemilih. Hal ini disebabkan karena pemilih masih menantikan kemunculan nama Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden di Surabaya, Jawa Timur.
” Bagaimana situasinya ketika kemudian Mas Ganjar sudah ditetapkan secara resmi oleh PDIP dan PDIP sedang membangun koalisinya tentu akan berbeda ya dengan apa yang kemarin muncul ketika kandidat itu belum dimunculkan secara resmi.” jelas Peneliti Senior Surabaya Survey Center

Namun, prospek kedua bakal calon presiden ini masih cukup menjanjikan. Ketika mereka secara resmi diumumkan sebagai calon presiden oleh partai politik masing-masing dan partai-partai tersebut membangun koalisi, situasinya kemungkinan akan berbeda.

“Ketika kandidat itu dimunculkan secara resmi dan menurut pengalaman kami bekal 8% itu biasanya selalu muncul sehingga kalau angka kemarin 23 begitu ya bisa sekarang bisa di kisaran 29 30% jadi begitu seorang kandidat sudah diumumkan secara resmi jadi tokoh yang akan diusung partai politik biasanya dia akan mendapat insentif di atas 8%,” kata  Surokim Abdus Salam

Dalam kampanye mereka di Jawa Timur, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo berusaha menarik simpati pemilih dengan memperlihatkan pesona dan daya tarik mereka. Namun, perhatian pemilih masih tertuju pada perkembangan politik di Jawa Timur dan kemunculan nama-nama calon presiden lainnya.

Bagaimana situasinya akan berkembang ketika Prabowo Subianto secara resmi diumumkan sebagai bakal calon presiden akan menjadi perhatian utama.

Jawa Timur sebagai provinsi dengan partisipasi politik yang tinggi dan jumlah pemilih yang signifikan memiliki peran penting dalam Pilpres 2024. Calon presiden dan calon wakil presiden perlu memahami karakteristik pemilih di Jawa Timur dan mampu merepresentasikan aspirasi mereka.

Dalam beberapa survei sebelumnya, nama-nama seperti Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Khofifah Indar Parawansa telah mendapat simpati dari pemilih dengan prosentase suara yang hampir sama.

Kini, tinggal menunggu bagaimana perkembangan politik di Jawa Timur dan bagaimana nama-nama calon presiden tersebut akan berperan dalam mendapatkan dukungan pemilih di wilayah tersebut.

Pemilihan presiden adalah momen penting bagi demokrasi Indonesia, dan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan peran politik yang signifikan akan memberikan kontribusi besar dalam menentukan arah masa depan negara.