Faktor-faktor lain yang juga berkontribusi terhadap risiko hipertensi pada anak antara lain adalah pola makan yang mengandung gula, garam, dan lemak berlebih, kebiasaan merokok orang tua, obesitas, serta bayi yang lahir dengan berat badan rendah namun kemudian mengalami kelebihan berat badan.
Heru menjelaskan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan normal sekitar 2,5-4 kg, namun jika diberi minuman berlebihan untuk mempercepat pertambahan berat badan, hal ini bisa menyebabkan kelebihan berat badan pada bayi.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tidak memaksakan pertambahan berat badan pada bayi yang sebenarnya tidak diperlukan.
Dalam mengatasi masalah hipertensi pada anak, penting untuk memahami penyebab utamanya, yang sebagian besar berkaitan dengan gangguan pada ginjal. Dr. Heru menegaskan bahwa penanganan dini sangat krusial untuk mencegah dampak negatifnya pada kesehatan ginjal anak hingga dewasa.
Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum
Selain itu, orang tua perlu memperhatikan faktor risiko seperti riwayat keluarga, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan yang tidak sehat dalam upaya pencegahan. Dengan memperhatikan faktor-faktor ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat membantu menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dari risiko hipertensi yang serius.