Lubang sedalam satu meter itu perlahan terisi air jernih, yang bisa digunakan untuk mandi, mencuci, dan memasak. Meski demikian, cara ini tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah. Warga tetap khawatir jika musim kemarau terus memanjang dan air sungai benar-benar kering, mereka terpaksa kembali membeli air tangki yang mahal.
Pemerintah Siapkan Anggaran, Kekeringan Melanda Puluhan Desa
Menanggapi kondisi ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang, Candra Romadoni Amin, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp150 juta untuk penanganan kekeringan. Data terbaru menunjukkan bahwa dari 14 kecamatan di Sampang, sebanyak 95 desa telah terdampak kekeringan.
Dari jumlah tersebut, 77 desa termasuk dalam kategori kekeringan kritis, 6 desa mengalami kekeringan langka, dan 12 desa berada dalam kategori langka terbatas. Warga berharap, perhatian dari pemerintah dapat segera terwujud dalam bentuk bantuan air bersih, untuk meringankan beban biaya yang mereka tanggung di tengah kondisi sulit ini.












