Example floating
Example floating
Home

Gak Nyangka, Survey Terbaru Elektabilitas PKS Melesat Naik 3 Besar, PDIP dan Gerindra Merosot Drastis

A. Daroini
×

Gak Nyangka, Survey Terbaru Elektabilitas PKS Melesat Naik 3 Besar, PDIP dan Gerindra Merosot Drastis

Sebarkan artikel ini
Gak Nyangka, Survey Terbaru Elektabilitas PKS Melesat Naik 3 Besar, PDIP dan Gerindra Merosot Drastis

Mengenai perkembangan politik yang ada, temuan survei menunjukkan penguatan elektabilitas pada partai oposisi pemerintah, sedangkan partai pro pemerintah mengalami penurunan.

Hal ini terungkap dari hasil Survei nasional Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) bekerjasama dengan Center for Indonesian Reform (CIR) yang dilaksanakan pada akhir Juli 2022.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

“Partai berkuasa PDIP mengalami penurunan dukungan dari 18,0 persen (survei 2021) menjadi 15,1 persen (2022). Demikian pula Gerindra mengalami penurunan elektabilitas dari 10,0 persen menjadi 6,8 persen. Golkar mengalami kenaikan dari 9,7 persen menjadi 10,0 persen,” demikian bunyi rilis resmi yang diterima redaksi wartaekonomi

Yang unik dari survei ini adalah menguatnya partai oposisi yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menorehkan kenaikan elektabilitasnya dari 7,9 persen menjadi ranking ketiga nasional dengan elektabilitas 8,1 persen. Responden yang belum menentukan pilihan masih cukup besar, yakni 28,5 persen.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Mengenai alasan mengapa elektabilitas PKS bisa melesat, Peneliti Senior LKSP, Muhsinin Fauzi mengungkapkan Publik menganggap PKS adalah partai yang membela kepentingan rakyat dengan perolehan 19,9 persen, terbesar dibanding partai lain.

“Publik menganggap PKS adalah partai yang membela kepentingan rakyat (19,9 persen). Sementara PDIP hanya mendapat 19,1 persen dukungan responden sebagai partai pembela rakyat. Sisanya Demokrat (14,6), Gerindra (14,2) dan Golkar (14,0),” jelas Muhsinin.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Sebaliknya justru PDIP mendapat penilaian negatif dengan 28,7 persen responden menyatakan partai pimpinan Megawati tersebut sebagai partai yang paling korupsi, diikuti Golkar (11,1), Demokrat (10,7) dan Gerindra (2,8).

“Kekuatan lain PKS adalah partai yang disukai kalangan muda/millennial (11,1 persen) bersama dengan Demokrat, baru diikuti Gerindra (9,8) dan PDIP (9,6). PKS juga dipandang membela kepentingan kaum perempuan (13,9 persen) disusul PDIP (10,0), Gerindra (6,5), PKB (6,4), Golkar (6,2) dan Nasdem (6,1),”

Posisi PKS sebagai kekuatan oposisi di luar pemerintahan disetujui oleh 24,3 persen responden, diikuti Demokrat (12,2). Sebagian responden juga melihat Gerindra kadang kritis dengan pemerintah (5,6), begitu pula PDIP (3,8) melalui beberapa elite yang berbeda dengan arus utama partai,” lanjut keterangan tersebut.