Example floating
Example floating
KEDIRI RAYAPeristiwa

Gagal Tutup Lokalisasi, Jumlah Penderita HIV Aids Terus Meningkat

A. Daroini
×

Gagal Tutup Lokalisasi, Jumlah Penderita HIV Aids Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini

Dimungkinkan lebih jauh dikatakan Trisna kalau seluruh PSK sebanyak 135 orang bersedia diperiksa tem medis, maka total jumlah PSK yang positif terjangkit virus HIV akan terdeteksi lebih dari 7 orang.

Yang mencengangkan lagi ternyata kelompok penderita HIV Aids tidak hanya berasal dari golongan orang dewasa. Tapi dikalangan anak anak juga menambah rapor merah Kabupaten Nganjuk rawan penyebaran virus HIV AIDS.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Dibeberkan oleh Trisna jumlah anak – anak penderita HIV AIDS terhitung sejak tahun 2002 sampai 2017 tercatat ada 26 anak. Dari jumlah itu sudah ada 18 anak meninggal dunia.

Sisa penderita yang masih hidup dua diantaranya duduk dibangku SMP kelas dua. Keduanya sekolah di wilayah Kecamatan Ngetos dan Gondang. Sementara satu penderita lagi adalah murid PAUD yang berada diwilayah Kecamatan Bagor. Selebihnya adalah murid SD yang tersebar di lima kecamatan. Yaitu Kecamatan Brebek,Tanjunganom,Bagor,Ngetos dan Gondang.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Dengan data tersebut menurut dia sudah berada dilevel merah. ” Maka ini perlu campur tangan daerah segera membuat langkah real untuk menekan angka penderita HIV AID,” pungkasnya.

Sementara dikatakan Cahyo Basuki salah satu aktifis LSM MP3 bahwa faktor terjadinya potensi rawan penyebaran virus HIV dikarenakan daerah gagal menutup tempat prostitusi. ” Kalau daerah serius membubarkan tempat prostitusi maka kasus HIV dengan sendirinya bisa berkurang ,” tambahnya. (adi)

Baca Juga: Camat Banyakan Akui Terima Uang Suap Pengisian Perangkat Desa Senilai Seratus Tiga Puluh Juta