Example floating
Example floating
Birokrasi

Dukungan Raja-Raja Nusantara Jadi Kunci Pemajuan Kebudayaan, Menteri Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

Avatar
×

Dukungan Raja-Raja Nusantara Jadi Kunci Pemajuan Kebudayaan, Menteri Fadli Zon Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

MEMO – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas kehadiran para Raja dan pengurus Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia, kerajaan dan kesultanan telah lama menjadi bagian penting dari sejarah bangsa. Dari Aceh hingga Papua, setiap kerajaan memiliki warisan budaya yang sangat berharga.

Menurut Menteri Fadli, tradisi dan warisan budaya dari kerajaan-kerajaan serta kesultanan Nusantara adalah fondasi yang tak tergantikan dalam budaya Indonesia. Hal ini juga mencakup organisasi-organisasi yang tergabung dalam MAKN.

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

“Kita membutuhkan dukungan dari Masyarakat Adat Kerajaan Nusantara karena di dalamnya terdapat ekspresi budaya dan tradisi yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Menteri Fadli kepada puluhan peserta audiensi dengan MAKN, sebagaimana disebutkan dalam keterangan tertulis pada Selasa.

Menteri Fadli juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan komunitas adat untuk memajukan kebudayaan di Indonesia. “Ke depan, kita ingin membangun lebih banyak kolaborasi. Tanpa komunitas dan paguyuban, akan sulit memajukan kebudayaan, karena mereka adalah pilar utama pemajuan budaya,” ungkapnya.

Baca Juga: Respon Aduan Masyarakat, Saluran Irigasi di Kelurahan Ngampel Sepanjang 115 Meter Langsung Direhab Pemkot Kediri

Para peserta audiensi menyambut baik gagasan ini. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan kerajaan dan kesultanan menyampaikan aspirasi mereka terkait tantangan yang dihadapi, termasuk kurangnya perhatian terhadap peran keraton sebagai pusat pelestarian budaya dan pembentukan karakter bangsa.