Example floating
Example floating
Metropolis

Dukun Abal abal Special Janda Pemilik Warung – Modusnya Usir Roh Jahat dan Gerayangi Kemaluan

A. Daroini
×

Dukun Abal abal Special Janda Pemilik Warung – Modusnya Usir Roh Jahat dan Gerayangi Kemaluan

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Memo.co.id
Modus penipuan ini langka. Pelakunya dukun abal abal, sedang korbannya adalah janda janda pemilik warung. Modusnya, juga tergolong nyeleneh, mengusir roh jahat sambil memegangi kemaluan janda janda yang menjadi korban. Pengembaraan sang dukun cabul berakhir di Polsek Pakal. Namanya Suhadak, usia 62 tahun, warga Karangangit Lamongan.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Mengamuk di Warung Kopi dan Mie Ayam di Jakarta Pusat: Pemadaman Memakan Waktu 1 Jam

Suhadak alias Mbah Kaji sebelum berpraktek sebagai dukun, adalah sopir angkota. Omset perbulan, selama menjalankan modusnya mendapatkan penghasilan sekitar Rp 3 juta per bulan. Mbah Kaji selama menjalani profesinya sebagai dukun abal abal, menawrkan jasanya keliling dari warung ke warung.

“Omzet perbulannya mencapai Rp 3 juta. Bahkan bisa lebih, karena dia selalu berkeliling dan menawarkan jasa dari warung satu ke warung lain,” ujar Kapolsek Pakal, Komisaris Polisi (Kompol) I Gede Suartika.

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

Bahkan menurut pengakuannya, pelaku telah beroperasi di tiga kota pinggiran di wilayah Jatim. Diantaranya Lamongan, Gresik, dan pinggiran Surabaya. Semuanya dilakukan dengan cara gerilya dari warung ke warung. Adapun sasarannya rata-rata janda yang membuka warung kopi atau warung makanan di pinggiran kota.

Salah satu korban yang turut melapor ke Polsek Pakal adalah UHS, 51, warga Jalan Veteran Gang 3 B, Singosari, Kebomas, Gresik, yang tertipu Rp 500 ribu. Pengakuan korban memang sudah mengenal tersangka tiga bulan silam.

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026

Tersangka mendatangi warung dengan dalih minum kopi. Kemudian menerawang di warung korban dan menganggap ada penunggu yang menyebabkan warung sepi. Tersangka menawarkkan jasa bisa membuat laris dengan ongkos satu kali praktik Rp 300 ribu.

Namun sudah dua kali dilakukan praktik pengusiran roh jahat dan menaburkan sesaji ke dalam warung. Namun warung tetap tidak ramai. Hingga akhirnya korban curiga dan melaporkan tersangka ke Polsek Pakal. ( mar )