NGANJUK,MEMO – Duka Radeva Arya ( balita lumpuh layu ) putra bungsu dari pasangan suami istri Kuswantoro – Fitriyani tampaknya belum usai.
Sudah dua bulan lebih kaki kanan Radeva sampai sekarang belum pulih 100% seperti sediakala. Kondisinya masih lemah tidak bertenaga sehingga sulit untuk dibuat jalan. Mirisnya lagi, sejak mengalami kondisi lumpuh layu itu, ukuran dua kaki Radeva mengalami perubahan cukup mencolok. Kaki kanan terlihat mengecil ( keping).
Baca Juga: Jelang Lebaran, 86 Lansia Miskin Di Kampungbaru Terima Bansos SARMUKO Dari TP - PKK Kabupaten

Dengan kondisi itu, sejak kejadian itu balita mungil berkulit putih bersih dengan berat badan 10 kg , tinggi badan 79 cm harus kehilangan keceriaanya. Tidak bisa bermain dengan teman sebayanya. Hari hari hanya bisa berbaring diatas tempat tidur. Kalaupun ingin bermain diluar rumah harus digendong ibunya.
Baca Juga: Pengaburan Status Jalan Umum Di Desa Betet Akhirnya Terkuak, Begini Reaksi Warga......
Melihat fakta seperti itu memantik rasa iba para tetangga yang melihat kondisi fisik Radeva sekarang tidak seperti dulu lagi.Sejak itu pula, dengan kabar buruk yang menimpa Radeva seperti itu sontak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Khususnya di kelompok ibu ibu yang memiliki anak balita.
Lebih lebih setelah muncul pemberitaan di media online dan tv digital, spontan ratusan ribu bahkan sudah mendekati 1 juta warga netizen memberikan beragam tanggapan mengenai musibah yang dialami Radeva.
Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek

Untuk diketahui, Radeva putra seorang satpam menjalani perawatan jalan perdana sebagai pasien BPJS di RSUD Dr,Soetomo kota Surabaya ini sejak tanggal 28/03/2025.
Awal masuk terdaftar sebagai pasien RSUD Dr, Soetomo , Radeva ditangani di ruang Neorologi oleh dokter spesialis anak. Dari hasil pemeriksaan awal seperti dikatakan Fitriyani belum ditemukan hasil diagnosanya secara pasti.
Dan hanya menerima saran dari dokter untuk dilanjutkan pemeriksaan hari berikutnya. Tepatnya hari Rabu tanggal 14 Mei 2025 adalah jadwal pemeriksaan kedua kalinya di RSUD Dr,Soetomo. Di pemeriksaan kedua tersebut untuk sementara belum juga bisa muncul hasil rekam medisnya.
” Pemeriksaan selama dua kali belum ada pemberitahuan dari pihak rumah sakit. Saya pada waktu itu hanya menerima jadwal pemeriksaan untuk yang ketiga kalinya,” ujar Fitriani saat dihubungi lewat nomor WhatsApp nya
Dan benar, persis hari Selasa pagi ( 20/05/2025) sekitar pukul 05.00 WIB ,Radeva dibawa lagi ke RSUD Dr,Soetomo untuk menjalani pemeriksaan untuk yang ke tiga kalinya.
Namun sayangnya kontrol ke 3 pihak rumah sakit tidak bisa menangani Radeva alias batal dengan alasan tertentu. Akhirnya jadwal pemeriksaan memasuki yang ke 4 kalinya ditunda satu minggu lagi tepatnya pada tanggal 27/05/2025.

Sesuai jadwal yang sudah dikeluarkan oleh pihak rumah sakit bahwa di pemeriksaan ke 4 Minggu depan, Radeva akan menjalani pemeriksaan di ruang Laboratorium Rekam Otot ( EMG) sekitar pukul 08.30 WIB.
” Mudah mudahan proses penyembuhan anak saya diberi jalan kemudahan ,” harapan besar Fitriani untuk buah hatinya.
Untuk diketahui juga bahwa perjuangan Kuswantoro – Fitriyani untuk menemukan jalan kesembuhan buah hatinya ( Radeva) patut diacungi jempol. Dan bisa menjadi suri tauladan bagi khalayak awam.
Tentunya tentang kegigihan dan tanggungjawab seorang Kuswantoro selama mengejar harapan besar atas kesembuhan anaknya.

Dua kali pemeriksaan Radeva ke RSUD Dr,Soetomo bapak empat anak ini perjalanan menuju kota pahlawan Surabaya harus diguyur hujan kepanasan dengan membawa dua anak balitanya dengan mengendarai sepedamotor bututnya.
Kedengarannya miris, namun demi si buah hati , Kuswantoro tidak patah semangat pada waktu itu.
Namun setelah muncul pemberitaan di media , akhirnya untuk pemeriksaan ke 3 , Radeva mendapatkan perhatian khusus dari pihak desa setempat difasilitasi mobil untuk mengantar keluarga miskin ini ke RSUD Dr,Soetomo. ( Adi )












