Kediri, Memo
Di balik terjaganya kebersihan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sumberejo, terselip nama dua sosok yang bekerja tanpa sorotan: Ahmad Kojin dan Sukri. Mereka adalah penjaga TPS yang setiap hari bertugas membersihkan, memilah, dan mengatur ritme pembuangan sampah dari empat desa yang bergantung pada TPS ini.
Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita
Ahmad Kojin dikenal sebagai pekerja yang telaten. Setiap pagi ia sudah bersiap di TPS, menyambut warga yang datang membawa sampah. Ia tidak hanya menerima dan membuang, tetapi juga memastikan bahwa sampah-sampah tersebut diletakkan di tempat yang sesuai. Ia menegur warga yang membuang sembarangan dan memberi arahan agar mengikuti aturan.
Bersama Bapak Sukri, ia juga melakukan pemilahan sampah secara manual. Botol plastik, kardus, dan barang yang masih bisa dijual disisihkan dan dikumpulkan. Aktivitas ini selain meringankan beban TPA, juga memberikan nilai tambah bagi operasional TPS.
Baca Juga: Tragedi Ledakan Petasan Rakitan Di Ponorogo Merenggut Nyawa Seorang Pelajar Muda
Meski bekerja di bawah atap seadanya dan dikelilingi pagar bambu yang sederhana, Kojin dan Sukri tak pernah mengeluh. Justru mereka bangga karena sampai hari ini, belum ada satu pun warga yang mengeluhkan keberadaan TPS.
“Sampah dibuang tiga kali sehari ke TPA di Pare. Jadi tidak sempat menumpuk,” ujar warga yang sering lewat TPS, memuji kinerja keduanya.
Baca Juga: Kades Semen Pagu Akui Setor 168 Juta Seleksi Perangkat, Demi Jabatan Sang Anak
Dua sosok ini bukan hanya penjaga sampah, tapi penjaga kenyamanan lingkungan. Kerja mereka menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang baik tidak selalu bergantung pada teknologi mahal, tetapi pada niat, ketelatenan, dan kepedulian terhadap kebersihan bersama.












