
Kediri, Memo.co.id
Baca Juga: Sidang Korupsi Perangkat Desa Kediri Ungkap Skema Aliran Dana Haram Melibatkan Puluhan Camat
Banjir bandang menerjang kali Klepu di Parang, Banyakan Kediri. Dua remaja, masing masing bernama Hadi Busro, usia 18 tahun warga Banjarmlati Mojoroto Kediri dan Sofa, usia 17 tahun, warga Pojok Tiron, Banyakan Kediri, terseret arus. Sementara beberapa teman main lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Kapolsek Banyakan AKP Sudadi mengatakan bahwa polisi sore kemarin bergegas menuju ke TKP untuk mengamankan lokasi kejadian. Ada beberapa teman korban yang berhasil menyelamatkan diri. Mereka berhasil selamat setelah mengetahui ada arus deras yang datang bersamaan dengan banjir bandang di kecamatan Banyakan.
Mereka selamat karena bisa menepi ke bibir sungai, sebelum arusnya kian deras. Diantaranya Yusuf Kurniawan, umur 12, warga Gobang Semen, Ida lestari Siti Munawarojh dan Puji Ayu, yang sama sama dari Ngablak Kecamatan Banyakan Kediri. Kelima remaja tersebut berhasil selamat dan berteduh di sebuah gubuk ketika banjir bandang terjadi.
” Kami bersama tim SAR lainnya malam itu langsung melakukan pencarian. Namun, hujan yang tidak kunjung turun dan gelap gulita menyulitkan tim untuk melakukan pencarian dari berbagai sudt dan lokasi yang kemungkinan ditemukan dua remaja tersebut,” kata AKP Sudadi, Kapolsek Banyakan.
Baca Juga: Kepala Dinas Perhubungan Kediri Nizam Subekti Terima Suap 120 Juta, Eks Camat Pare Mengelak
Petugas kepolisian juga sudah minta data dan informasi dari beberapa remaja yang berhasil selamat. Dari informasi tersebut, diperoleh ketarangan bahwa dua remaja yang masih belum ditemukan tersebut juga berusaha menepi ke bibir kali. Keduanya juga berpegangan erat pada ranting dan benda yang ada di sekitarnya.
Demikian juga kelima remaja yang selamat. Mereka juga sama sama memegangi benda benda yang ada disekitar agar tidak terseret arus. Namun, karena tempatnya yang berbeda, sehingga tidak mengetahui dimana kedua temannya tersebut berpegangan tangan.
Sebelum musibah teradi, beberapa remaja tersebut memang mandi di kolam penampung sungai Klepu. Namun, tiba tiba hujan turun dan air deras. Banjir bandang tidak luput dan menggenangi sungai tersebut. Akibatnya, mereka berusaha menyelamatkan diri dan naik ke atas. Hanya saja, ada dua temannya yang terlambat naik dan belum diketahui keberadaannya. ( mun )












