Example floating
Example floating
Peristiwa

DPRD Malang Gagal Temui Demo yang Langsung Ricuh

Avatar
×

DPRD Malang Gagal Temui Demo yang Langsung Ricuh

Sebarkan artikel ini

MEMO – Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Rimzah, menyatakan penyesalannya atas insiden kericuhan yang mewarnai aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang TNI pada Minggu (23/3/2025) malam. Menurutnya, para anggota DPRD Kota Malang sebenarnya telah siap untuk menerima dan mendengarkan aspirasi yang hendak disampaikan oleh massa aksi, asalkan demonstrasi tersebut berjalan dengan damai dan tanpa tindakan anarkis.

Namun, sangat disayangkan, niat baik tersebut tidak dapat terwujud karena aksi demonstrasi justru lebih dulu berujung pada bentrokan antara para demonstran dengan aparat keamanan yang berjaga. “(Tapi) Hari ini kami belum sempat bertemu dengan massa aksi, namun situasi sudah berubah menjadi chaos,” ungkap Rimzah pada hari Minggu (23/3/2025), menunjukkan kekecewaannya.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Rimzah menegaskan bahwa dirinya dan rekan-rekannya di DPRD Kota Malang sebenarnya memiliki keinginan untuk hadir dan berdialog langsung dengan para demonstran. “Kami sangat menyayangkan kejadian ini, karena kami dari 7 fraksi sebenarnya telah siap untuk menerima massa aksi dan membangun narasi bersama dalam menyuarakan aspirasi mereka,” jelasnya.

Sayangnya, sebelum kesempatan untuk bertemu dan berdialog itu tiba, aksi demonstrasi telah berubah menjadi ricuh. Saat ini, pihak DPRD Kota Malang masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan akibat aksi anarkis yang dilakukan oleh sebagian demonstran.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

“Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait dan sekretariat dewan untuk segera melakukan inventarisasi. Sepengetahuan saya tadi bagian kiri pos (terbakar), tetapi itu adalah tempat penyimpanan barang bekas, dan yang terpenting tidak ada korban jiwa,” kata Rimzah menjelaskan.

Rimzah juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya agar melakukannya dengan cara yang lebih baik dan menghindari tindakan anarkis. Ia menekankan pentingnya menyampaikan pendapat dengan cara yang konstruktif dan tidak merugikan.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

“Pesan untuk teman-teman yang melakukan aksi, kami siap menerima aspirasi kalian, baik dalam kondisi hujan, panas terik matahari, mari kita bangun narasi bersama. Jangan sampai terprovokasi oleh hal-hal negatif yang dapat merugikan Kota Malang,” pesannya.

Diketahui sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan penjagaan untuk mengawal jalannya aksi demonstrasi yang berlangsung sejak sore hari. Namun, beberapa oknum demonstran melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pembakaran ban.

Pihak kepolisian kemudian berusaha untuk memukul mundur massa dan melakukan upaya pendekatan persuasif. Dilaporkan bahwa situasi di kawasan gedung DPRD Kota Malang sudah berhasil dikendalikan dan kembali kondusif sekitar pukul 19.00 WIB.