Example floating
Example floating
Home

DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

A. Daroini
×

DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Sebarkan artikel ini
Chemical Ingredients Date Palm
Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/@radwanmenzer" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Radwan Menzer</a> di <a href="https://www.pexels.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Pexels</a>

Hasil uji laboratorium akan menjadi dasar bagi BPOM untuk menentukan apakah produk tersebut aman dikonsumsi, berbahaya, atau melanggar regulasi. Jika terbukti mengandung zat berbahaya atau melebihi batas yang diizinkan, BPOM akan mengeluarkan peringatan, memerintahkan penarikan produk, hingga menindak tegas pihak yang bertanggung jawab.

Edukasi Konsumen dan Pilihan Aman

Sosialisasi Bahaya Pengawet

Selain tindakan represif, edukasi kepada masyarakat adalah kunci. BPOM dan lembaga terkait perlu gencar melakukan sosialisasi mengenai bahaya pengawet kimia dalam makanan, khususnya metil paraben, dan bagaimana cara mengidentifikasi produk yang aman. Informasi ini dapat disebarkan melalui media massa, media sosial, atau kampanye langsung di komunitas.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang cukup agar dapat menjadi konsumen yang cerdas dan kritis. Pengetahuan tentang ciri-ciri produk yang tidak layak konsumsi atau mencurigakan akan memberdayakan konsumen untuk membuat pilihan yang lebih baik dan juga turut serta dalam pengawasan pangan.

Tips Memilih Kurma yang Aman

Untuk melindungi diri dari risiko kurma berpengawet, konsumen dapat mengikuti beberapa tips berikut saat membeli kurma:

Baca Juga: Jasad Wanita Terikat di Sungai Jabung Malang Terungkap, Polisi Identifikasi Warga Nganjuk

  1. Periksa Izin Edar BPOM: Pastikan kurma memiliki nomor izin edar BPOM (MD/ML) pada kemasannya.
  2. Baca Label Komposisi: Teliti daftar bahan atau komposisi produk. Hindari kurma yang mencantumkan pengawet yang tidak dikenal atau mencurigakan.
  3. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa: Selalu cek tanggal kedaluwarsa produk untuk memastikan kesegarannya.
  4. Beli dari Penjual Terpercaya: Pilih penjual atau toko yang memiliki reputasi baik dan menjamin kualitas produknya.
  5. Cermati Kondisi Fisik: Kurma yang baik umumnya memiliki tekstur kenyal, warna merata, dan tidak berbau aneh. Hindari kurma yang terlalu lengket, berjamur, atau memiliki aroma kimia.

Dengan menjadi konsumen yang teliti, kita dapat meminimalisir risiko konsumsi produk yang tidak aman.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Potensi Kerugian Pedagang

Dugaan adanya kurma berpengawet tidak hanya berdampak pada kesehatan konsumen, tetapi juga memiliki implikasi ekonomi dan sosial. Bagi pedagang, terutama yang jujur dan mengedarkan produk berkualitas, isu ini bisa sangat merugikan. Penurunan kepercayaan konsumen terhadap produk kurma secara umum dapat menurunkan omset penjualan, bahkan bagi pedagang yang tidak terlibat dalam peredaran produk bermasalah.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Razia dan penarikan produk juga dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi importir dan distributor yang terbukti melanggar aturan. Oleh karena itu, penting bagi BPOM untuk bertindak secara proporsional dan transparan, agar tidak menimbulkan kepanikan pasar yang merugikan semua pihak.

Kepercayaan Konsumen dan Citra Produk

Isu keamanan pangan, apalagi yang melibatkan produk populer seperti kurma, dapat mengikis kepercayaan konsumen. Jika masyarakat menjadi ragu-ragu dalam membeli kurma, citra produk kurma secara keseluruhan bisa tercoreng. Ini memerlukan upaya restorasi kepercayaan yang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Pemerintah, melalui BPOM, harus memastikan bahwa tindakan yang diambil tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga mengembalikan keyakinan publik terhadap keamanan produk pangan.

Membangun kembali kepercayaan membutuhkan komunikasi yang jelas, konsisten, dan bukti nyata dari tindakan tegas terhadap pelanggar. Edukasi tentang proses pengawasan yang ketat juga penting untuk meyakinkan konsumen bahwa mereka terlindungi.

Tindakan Lanjutan dari Pemerintah

Koordinasi Antar Lembaga

Penanganan isu keamanan pangan seperti dugaan kurma berpengawet memerlukan koordinasi yang kuat antar lembaga pemerintah. Selain BPOM, instansi seperti Kementerian Pertanian (untuk standar impor), Kementerian Perdagangan (untuk peredaran barang), dan Kepolisian (untuk penegakan hukum) perlu bersinergi. Koordinasi ini penting untuk memastikan penanganan masalah yang komprehensif, mulai dari hulu hingga hilir.

Pembentukan tim gugus tugas khusus atau forum koordinasi dapat mempercepat pertukaran informasi dan tindakan bersama. Dengan begitu, setiap aspek dari rantai pasok kurma dapat diawasi secara efektif, dari proses impor hingga sampai di tangan konsumen.

Regulasi Impor dan Standar Keamanan Pangan

Kasus ini juga menjadi momentum untuk meninjau ulang dan memperketat regulasi impor serta standar keamanan pangan. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap produk pangan impor yang masuk ke Indonesia telah melalui proses seleksi dan pengujian yang ketat di negara asal, serta memenuhi semua persyaratan yang berlaku di Indonesia. Revisi atau penambahan regulasi mungkin diperlukan untuk mengantisipasi modus-modus baru dalam pengedaran produk tidak aman.

Peningkatan kapasitas laboratorium pengujian dan sumber daya manusia di BPOM juga krusial untuk menghadapi tantangan pengawasan pangan yang semakin kompleks. Investasi dalam infrastruktur dan teknologi akan memperkuat kemampuan negara dalam menjamin keamanan pangan bagi seluruh rakyat.

Kesimpulan

Desakan anggota DPR RI kepada BPOM untuk merazia kurma impor yang diduga mengandung pengawet berbahaya seperti metil paraben adalah langkah yang tepat dan mendesak. Isu keamanan pangan, terutama menjelang bulan Ramadhan di mana konsumsi kurma meningkat tajam, harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. BPOM sebagai lembaga yang berwenang memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan.

Tindakan cepat, tegas, dan transparan dari BPOM melalui razia dan uji laboratorium yang akurat sangat dinantikan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai cara memilih kurma yang aman dan bahaya pengawet juga tidak kalah penting. Dengan sinergi antara pemerintah, parlemen, dan kesadaran masyarakat, diharapkan kita dapat menikmati kurma yang aman dan sehat di bulan Ramadhan.

FAQ

Metil paraben adalah jenis pengawet kimia yang sering digunakan dalam produk kosmetik dan beberapa makanan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Dalam dosis tertentu, zat ini dianggap aman, namun penggunaannya dalam makanan memiliki batasan ketat. Konsumsi metil paraben dalam jumlah berlebihan atau secara terus-menerus diduga dapat memicu gangguan hormon, alergi, dan potensi risiko kesehatan lainnya yang masih dalam penelitian.

Untuk memilih kurma yang aman, pastikan produk memiliki izin edar BPOM (MD/ML) pada kemasannya. Baca label komposisi dengan teliti, periksa tanggal kedaluwarsa, dan beli dari penjual terpercaya. Secara fisik, kurma yang baik umumnya kenyal, berwarna merata, tidak berbau aneh, dan bebas dari jamur atau kelembaban berlebihan.

Jika Anda menemukan produk kurma yang mencurigakan, tidak berizin edar, atau memiliki ciri-ciri tidak layak konsumsi, segera laporkan ke BPOM melalui kontak pengaduan resmi mereka. Sertakan informasi detail seperti nama produk, merek, lokasi pembelian, dan bukti foto jika ada. Laporan Anda sangat membantu BPOM dalam melakukan pengawasan dan penindakan.