Peristiwa tertembaknya Fernando terjadi dini hari di Bogor, Jawa Barat. Menurut Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman, saat itu Fernando bersama rekannya hendak masuk parkir, berpapasan dengan anggota Brimob yaitu Briptu R yang hendak keluar dari parkiran. Pertemuan itu berlanjut dengan cekcok dan Briptu R menodongkan pistol. Hingga kemudian korban dan temannya berusaha memegangi Briptu R agar tidak terjadi penembakan. Saat itulah korban tertembak.
Saksi mata yang berprofesi sebagai juru Parkir, bernama Fajar mengaku mengetahui sebelum dan saat kejadian. Bahkan, setelah kejadian dia memanggilkan mobil untuk melarikan korban penembakan ke rumah sakit. ” Saya lagi di parkiran, mobil Pajero Sport warna putih mau masuk, terus ada motor mau keluar. Si motor bilang mobil keluar dulu, terus mobil bilang motor mundur dulu, nggak mau ada ngalah tuh ya, terus yang di mobil turun 1 orang, terus bilang ‘mas saya mau parkir, tolong mundur dulu’, ya udah yang di motor nggak mau mundur, sama-sama aja,” ucap Fajar ketika ditemui di area parkir ruko di Jalan Sukasari 3, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.












