MEMO – Kekalahan pahit kembali menghantui Novak Djokovic. Ia harus mengakui keunggulan Botic Van de Zandschulp di turnamen BNP Paribas Open 2025. Pertandingan yang berlangsung sengit selama tiga set itu berakhir dengan skor 6-2, 3-6, 6-1, Minggu (9/3/2025).
Djokovic tak menampik bahwa performanya sedang berada di titik terendah. Ia bahkan menyebut hasil ini bukan sekadar “hari buruk” di lapangan. Lebih dari itu, ia merasa dua tahun terakhir menjadi periode yang sangat berat dalam kariernya sebagai petenis papan atas dunia.
Baca Juga: Alcaraz Tantang Djokovic di Semifinal Miami Open: Pertarungan Para Raja Tenis
Sepanjang pertandingan, Djokovic hanya mampu mencatatkan 16 *winner* dan melakukan 37 *unforced error*. Statistik ini mencerminkan betapa tidak konsistennya permainannya, terutama dalam mengambil keputusan di momen-momen krusial.
Kekalahan ini menambah panjang daftar hasil negatif Djokovic, yang sebelumnya juga tersingkir di Australian Open dan Qatar Open. Ini adalah kali kedua sejak 2008 ia mengalami tiga kekalahan beruntun dalam satu musim.
Baca Juga: Sabalenka Bantai Keys di Indian Wells
Djokovic mengungkapkan bahwa sebenarnya ia masih memegang kendali di empat gim awal set ketiga, sebelum akhirnya kehilangan momentum. “Saya melakukan banyak kesalahan sendiri, terutama pada momen-momen penting yang menentukan jalannya pertandingan,” ujarnya kepada ATP Tour Official.












