Ia menekankan bahwa tema May Day tahun ini, “Berdaya, Berkarya, dan Berjaya,” mencerminkan komitmen buruh untuk terus meningkatkan kemampuan dan berkontribusi dalam kemajuan perusahaan.
“Kami berdaya untuk meningkatkan SDM kami, berkarya untuk berjuang bersama perusahaan, dan berharap semua pihak dapat berjaya demi kesejahteraan bersama,” katanya.
Baca Juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar Nobar Flim G30S/PKI
Lebih lanjut, Iswahyudi menegaskan bahwa May Day bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga merupakan hari kolaborasi.
“Kami siap berkolaborasi dengan seluruh elemen pemerintah dan pengusaha. Namun, jika pengusaha tidak mengikuti peraturan yang ada, kami tidak akan ragu untuk turun ke jalan,” tuturnya.
Iswahyudi juga menjelaskan bahwa di Lamongan, upah minimum kabupaten (UMK) telah berjalan lancar, dan semua pekerja telah terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Namun, ia menyoroti pentingnya program pensiun yang masih menjadi tantangan bagi beberapa perusahaan.
“Kami akan terus berjuang agar semua pekerja mendapatkan hak-haknya, termasuk program pensiun,” tambahnya.
Ia mengakui bahwa masih ada perusahaan yang belum bergabung dengan SPSI atau belum memiliki Pimpinan Unit Kerja (PUK), sehingga beberapa buruh merasa enggan untuk melapor.
“Kami memiliki Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang siap membantu pekerja yang membutuhkan dukungan,” jelas Iswahyudi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat hubungan industri dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi oleh pekerja.
Dengan semangat kolaboratif ini, diharapkan Kabupaten Lamongan dapat terus maju dan berkembang, memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Lamongan, Sarjono mendukung serta mensuport kegiatan peringatan hari buruh yang dilaksanakan ini.
“Kami sepakat bahwasanya pengusaha itu tidak semata-mata pekerja kita tekan. Tetapi karyawan adalah mitra kita, mitra pengusaha. Kita hidup bersama-sama untuk kebutuhan kita












