Selama tiga tahun terakhir, program T-Care telah mengalami penguatan bertahap. Mulai dari pengenalan konsep BK modern, penguatan peran keluarga dan jejaring sekolah, hingga penerapan nyata seperti deteksi dini kecanduan game, pendampingan teman sebaya, serta kerja sama lintas sektor dengan Dinas Kesehatan dan lembaga psikologis.
Sebanyak 25 guru BK juga mengikuti studi banding ke Singapura untuk menimba praktik terbaik dari mitra internasional. Dindik Jatim berkomitmen mengintegrasikan konseling berbasis bukti ke dalam sistem pendidikan, termasuk melalui pelatihan master trainer dan platform daring.
“Target kami adalah mencetak generasi muda Jawa Timur yang tangguh, adaptif, dan memiliki kesehatan mental yang prima,” pungkas Aries.












