Secara prosedur masih dikatakan dia bahwa dana BSPS disalurkan melalui rekening penerima bantuan yang dibuat oleh pihak bank penyalur di kantor pusat Jakarta atas nama masing-masing penerima berdasarkan Surat Keputusan (SK) oleh Pejabat Pembuat Komitmen Bantuan Rumah Swadaya (PPK-BRS) . Kemudian dana tersebut langsung dibelanjakan bahan bangunan pada toko yang telah ditunjuk oleh penerima bantuan secara berkelompok. ”Artinya, masyarakat hanya menerima bantuan berupa bahan bangunan,”ucapnya.
Ditambahkan oleh dia juga bahwa untuk tahun ini pelaksanaan program bedah rumah pihak dinas akan merangkul aparat penegak hukum atau diistilahkan TP-4. Tujuan melibatkan aparat dalam pelaksanaan program ini menurut dia selain ditugaskan sebagai tem pengaman juga sebagai nara sumber dalam kegiatan sosialisasi BSPS dibidang hukum. ” Harapan lain agar dari pihak pelaksana ditingkat desa tidak sembrono dalam mengawal proses sampai akhir pelaksanaan dan bisa menghasilkan pekerjaan yang maksimal ,”pungkasnya.
Sementara itu ditempat terpisah seperti dikatakan Mbah Paiman , 96 , salah satu penerima dana BSPS asal Dusun Sugihan RT 01 RW 01 Desa Buluputren Kecamatan Sukomoro mengaku bersyukur dengan akan dibangunnya rumah miliknya yang sudah reot termakan usia. Dari hasil pantauan wartawan koran ini , rumah sesek berlantaikan tanah yang ditempati Mbah Paiman bersama istri tercintanya Warsinem, 75 , memang katagori rumah tidak layak huni . Pasalnya selain berukuran kecil dan kumuh juga rumah reot tersebut tidak ada jendela sebagai sarana ventilasi. ” Saya senang rumah saya dibangun. Tapi untuk membayar tukang saya binggung karena tidak ada persiapan uang sama sekali ,” akunya.(adi)