NGANJUK, MEMO – Suasana warga di lingkungan Dusun Bulakmiri RT 01 RW 06 Desa Kaloran Kecamatan Ngronggot pada malam hari ini ( 23/08/2025) sekitar pukul 21.00 WIB mendadak gempar.
Itu bersamaan dengan adanya peristiwa kebakaran sebuah rumah milik salah satu warga diketahui bernama Ahmad Muhsin,60,. Ada dugaan sementara, penyebab terjadinya kebakaran disebabkan Konsleting listrik.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

Menurut keterangan sejumlah saksi mata , saat peristiwa terjadi rumah milik korban dalam kondisi kosong ditinggalkan pemiliknya keluar rumah.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Sementara munculnya api masih menurut keterangan para saksi mata diketahui berasal dari atap rumah bagian tengah. Atau persis di atas ruang kamar tidur milik korban.

Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa
” Munculnya api berasal dari atap bagian
tengah. Awal kejadian ditandai suara percikan api dan kepulan asap putih membumbung ke atas ,” ucap Supar salah satu tetangga korban.
Melihat kejadian itu, masih kata Supar spontan warga di sekitar TKP melakukan pemadaman api dengan alat seadanya. Salah satunya menyemprotkan air dari selang sanyo yang diambilkan dari tiga rumah warga yang jaraknya berdekatan dengan tempat kejadian.

Untuk mengantisipasi kobaran api semakin besar, dari pihak pamong setempat langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak petugas pemadam kebakaran unit Tanjunganom.
Namun berkat kekompakan warga, sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian api sudah berhasil dijinakkan. Diperkirakan memakan waktu kurang lebih hampir 30 menit.

” Saat mobil pemadam tiba di lokasi api sudah berhasil dipadamkan warga. Sehingga petugas pemadam hanya mendinginkan sisa api yang masih menyala di sela kerangka atap dan kasur ,” ujar Ketua RW 06, Darminto saat ditemui di tempat kejadian.
Sementara saat ditanya penyebab terjadinya kebakaran menurut Darminto dipridiksi berasal dari Konsleting listrik.

Untuk diketahui, dengan kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Hanya kerugian materiil ditafsir mencapai Rp 10 juta.
Kerusakan akibat amukan si jago merah terdata diantaranya atap rumah hampir 70% ludes jadi arang. Termasuk barang berharga lainnya seperti tempat tidur, pakaian serta dokumen penting milik korban juga ikut terbakar.

” Kerugianateriil ditafsir mencapai sepuluh juta,” ucap Bambang Kasun Bulakmiri.
Diinformasikan juga bahwa pada saat kejadian itu kondisi jalan persis di depan rumah korban rame berkumpulnya puluhan warga sedang melaksanakan kegiatan agustusan. Sehingga dengan peristiwa itu spontan bisa teratasi. ( Adi)












