“Mulai dari poli eksekutif, layanan medical check up, hingga kamar rawat inap kelas 1, 2, dan 3 sudah beroperasi penuh. Untuk ruang VIP dan VVIP juga sudah siap dan diminati masyarakat,” jelas Indah.
Indah menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan melalui pengadaan alat kesehatan modern. Tahun 2025 ini, RSUD Ngudi Waluyo menargetkan pemasangan cath lab (alat pemeriksaan jantung) dan membuka layanan kemoterapi bagi pasien kanker.
Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar
“Selama ini masyarakat Blitar yang sakit jantung atau kanker harus dirujuk ke luar daerah. Tahun depan kami targetkan dua layanan utama, jantung dan kemoterapi, sudah bisa dilakukan di sini,” ujarnya.
“Selain itu, penanganan stroke juga menjadi prioritas. Dengan peralatan CT scan dan tim medis yang sigap, pasien stroke diharapkan bisa tertangani dalam empat jam pertama agar tidak mengalami kecacatan,” tambahnya.
Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot
Menurut Indah, tarif layanan di ruang VIP berkisar Rp500 ribu per hari, sedangkan VVIP Rp1 juta per hari. Meski demikian, masyarakat kurang mampu tetap bisa dilayani di ruang rawat standar dengan fasilitas yang memadai.
“Semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan sesuai kemampuannya. Yang penting, semua tetap terlayani dengan baik dan nyaman,” tutur Indah.
Baca Juga: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Wabup Beky Paparkan Fokus Pemkab Blitar
Ia juga mengapresiasi dukungan DPRD Kabupaten Blitar yang terus mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di daerah.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari Komisi IV dan seluruh pihak. Harapan kami, masyarakat Blitar tidak perlu lagi keluar kota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan modern,” pungkasnya. **












