Ferdiansyah mengingatkan agar tidak mencoba mengobati benjolan dan rasa nyeri dengan dipijat. Metode tersebut justru dapat memperbesar tumor dan memicu penyebarannya ke bagian tubuh lainnya.
“Budaya kita seringkali mengobati nyeri dan benjolan dengan pijatan, padahal sebenarnya pijatan dapat mempercepat penyebaran dan pertumbuhan tumor,” katanya.
Baca Juga: Arus Balik Libur Nataru 2025/2026, Berikut Beberapa Stasiun KA Yang Jadi Favorit Penumpang
Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kanker tulang, Profesor Ferdiansyah dan pakar bedah ortopedi menggarisbawahi betapa pentingnya deteksi dini dalam menghadapi penyakit ini.
Banyak pasien kanker tulang di Indonesia baru mencari pertolongan medis ketika kondisinya sudah parah, sehingga memerlukan fasilitas perawatan yang kompleks dan biaya yang mahal.
Baca Juga: Refleksi Akhir Tahun 2025, LDII Kota Kediri Ajak Tingkatkan Kualitas Diri Menuju 2026
Oleh karena itu, mengenali gejala awal kanker tulang dan segera mencari bantuan medis merupakan langkah penting untuk meminimalkan risiko penyebaran dan memastikan penanganan yang efektif.
Dengan upaya yang tepat, diharapkan kesadaran akan deteksi dini kanker tulang dapat meningkat sehingga masyarakat dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat waktu.
Baca Juga: Rangkaian Musda VII LDII Kota Kediri tahun 2025, Upayakan Peningkatan Kapasitas Pemuda












