“Dulu dia menuduh saya sebagai cepu. Karena itu hanya tuduhan tak berdasar, saya sempat terlibat perkelahian dengannya. Saya bahkan mengajaknya ke Jembatan Kertapati, dan dalam perkelahian itu, saya sempat menusuknya dengan pisau. Kejadian itu sudah lama sekali, tahun 2019, dan baru sekarang dia membalas dendam,” beber Ahmad dengan nada getir.
Ahmad meyakini bahwa pelaku memang sengaja menunggu momen yang tepat untuk melancarkan aksi balas dendamnya. Hari pernikahannya, yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan, justru menjadi celah bagi pelaku untuk merealisasikan niat buruknya.
Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa
“Mungkin dia menunggu saya lengah karena fokus dengan persiapan pernikahan. Ini cara dia membalas dendam kepada saya,” pungkas Ahmad dengan tatapan kosong, menggambarkan betapa hancurnya hari yang seharusnya menjadi awal kehidupan barunya.
Kini, pihak kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan intensif untuk memburu para pelaku dan mengungkap secara tuntas motif di balik serangan berdarah yang terjadi di hari sakral tersebut.
Baca Juga: Bonatua Silalahi Bedah 9 Poin Krusial dalam Salinan Ijazah yang Sempat Dirahasiakan
Sementara itu, Ahmad masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, berjuang memulihkan luka fisik dan trauma mendalam akibat dendam masa lalu yang merenggut kebahagiaan di hari pernikahannya.












